KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Riau Siapkan Asrama Haji Sehat

 Rabu, 18 Januari 2023
 Puskeshaji

Puskeshaji, Riau – Kementerian Agama memastikan kuota jemaah haji Indonesia tahun ini sebanyak 221.000 jemaah (full kuota). Oleh karena itu sebagai langkah persiapan, Pusat Kesehatan Haji berkerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pekan Baru melaksanakan pertemuan koordinasi dan peninjauan lapangan hygiene sanitasi asrama haji provinsi Riau pada Selasa 18 Januari 2023.

Kegiatan yang dilaksanakan di Asrama Haji Provinsi Riau ini dihadiri oleh Kepala KKP Kelas II Pekan Baru, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Pusat Kesehatan Haji dan Tim pemeriksa kesehatan lingkungan asrama haji Riau.

“Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah dalam pengendalian faktor risiko kesehatan dan mempersiapkan Asrama haji agar sesuai dengan standar kesehatan, sehingga jemaah haji sehat dan nyaman saat berada di Asrama Haji,” Ucap Najmi dalam sambutannya mewakili Kepala Pusat Kesehatan Haji.

“Sebagai koordinator dalam penyelenggaraan kesehatan haji baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, Pusat Kesehatan Haji akan melaporkan hasil pemeriksaan kesehatan dan rekomendasi kesehatan asrama haji kepada Kementerian Agama untuk dilakukan tindak lanjut serta perbaikan-perbaikan asrama haji,” lanjut Najmi.

Sesuai dengan Permenkes 62 tahun 2016 tentang penyelenggaraan kesehatan haji, pemeriksaan inspeksi sanitasi asrama haji dilaksanakan sebanyak tiga kali, yaitu enam bulan dan satu minggu sebelum jemaah haji masuk asrama haji, serta pada saat operasional haji.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau mengatakan, “Estimasi jumlah jemaah haji Riau tahun 2023 sebanyak 5.002 jemaah haji, ini merupakan tantangan kita agar mempersiapkan asrama haji untuk menampung jemaah haji tersebut”.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan asrama haji tahun 2022, diperoleh data bahwa terdapat bakteri e-coli pada air, maka diharapkan tahun ini tidak ditemukan lagi (bakteri e-coli dalam air),” Ucap Aryanti, Kepala KKP Kelas II Pekan Baru.

Setelah rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan (peninjauan) lapangan (asrama haji) dengan cara :

  1. 1. Observasi pada tempat (asrama haji) yang digunakan selama operasional haji, meliputi Gedung tempat transit jemaah, dapur, tempat penerimaan jemaah, poliklinik, penampungan air bersih, sarana air minum serta pemantauan secara sederhana spesimen air (air bersih) di lokasi dengan parameter fisik dan kimia terbatas.
  2. 2. Pemeriksaan penjamah makanan dengan uji laboratorium.
  3. 3. Pemeriksaan sampel makanan/minuman/usap alat pada katering jemaah haji.
  4. 4. Pemeriksaan hygiene sanitasi makanan/minuman katering jemaah haji.

“Harapan kami, hasil analisis risiko kesehatan lingkungan asrama haji beserta rekomendasinya disampaikan kepada pihak pengelola asrama haji untuk ditindaklanjuti dalam upaya pembenahan perbaikan asrama haji embarkasi/debarkasi antara Provinsi Riau,” Ucap Aryanti. “Rekomendasi pemeriksaan tahap pertama ini akan menjadi fokus pada pemeriksaan tahap kedua yang dilaksanakan satu minggu sebelum jemaah haji masuk asrama haji, sekaligus memastikan kesiapan embarkasi/debarkasi antara Provinsi Riau,” pungkasnya. (NK - HBO)

 

Share Berita ini :

   