KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Amirul Hajj Muhammadiyah: Alhamdulillah Pelayanan Kesehatan Sudah Baik

 Senin, 04 Juli 2022
 Puskeshaji

MAKKAH — Perwakilan Amirul Hajj dari PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman bersyukur, pelayanan kesehatan terhadap jamaah haji sudah baik. Hal itu disampaikan Agus saat menjadi pembicara dalam apel siaga menjelang prosesi Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Senin (4/7).

“Dan Alhamdulillah setelah kita berkunjung bersama Pak Wamenag di sini. Insya Allah  kita sampaikan bahwa pelayanan kesehatan haji baik,” kata Agus Taufiqurrahman.

Agus mengatakan, sebagai Amirul Hajj, pihaknya mendapat amanah dari negara untuk memantau semua pelayanan kepada jamaah haji terselenggara dengan baik. Pelayanan kepada jamaah haji mulai dari kesehatan, pemondokan sampai Armuzna.

“Dan saya bersyukur mendapatkan kabar, selaku bagian yang ditugasi negara menjadi rombongan Amirul Hajj. Memang tugas kami memastikan bahwa jamaah mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Agus mengapresiasi kerja petugas kesehatan haji yang mampu menekan angka kematian pada jamaah haji. Dia berharap, semua pihak dapat menjaga agar angka kematian jamaah haji tidak bertambah lagi.

“Angka kematian masih rendah, kita jaga bersama mudah-mudahan tidak tembus angka kritis,” katanya.
Karena, kata Agus, jika angka kematian jamaah haji lebih dari 100 orang maka, masyarakat akan menilai kerja petugas kesehatan tidak ada bedanya dengan tahun-tahun yang lalu. Di mana angka kematian jamaah haji selalu tinggi.

“Kalau kita lebih dari 100 saja, maka kerja kita sering dianggap tidak ada bedanya walau sudah maksimal tapi Insya Allah kita jaga dengan baik,” katanya.
Agus mengatakan, petugas kesehatan merupakan pekerjaan mulia. Karena, dengan adanya petugas kesehatan banyak nyawa manusia terselamatkan dan hal ini mendapat penghargaan dari syariat Agama Islam.

“Menjadi petugas kesehatan merupakan tugas mulia, karena dari awal memiliki motivasi menyelamatkan kehidupan. Dan Alquran memberikan penghargaan luar biasa,” katanya.
Agus mengatakan, dirinya pernah menjadi petugas kesehatan kloter pada tahun 2001 sampai 2006. Begitu besarnya peran petugas kesehatan, banyak jamaah yang mengusulkan petugas kesehatan ditambah.

“Saya sadar apresiasi kepada kesehatan lebih banyak. Sebagian jamaah menyampaikan 'Mbok ya' ditambah petugas kesehatan,” katanya.
Dari pengalaman itu munculah peraturan perundang-undangan haji yang menyarankan urusan kesehatan haji menjadi urusan Kementerian Kesehatan. Tentu saran dan masukan dari jamaah haji agar petugas kesehatan ditambah merupakan masukan yang luar biasa. Ali Yusuf-Republika.

Share Berita ini :

   