KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

 Legislatif Dorong RI Bangun RS Haji Umrah di Saudi

 Minggu, 03 Juli 2022
 Puskeshaji

MAKKAH—Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengunjungi Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Dalam kunjungannya itu dia menyarankan,  pemerintah perlu segera mendirikan Rumah Sakit (RS) khusus jamaah haji dan umrah, terutama di wilayah Makkah.

“Melihat jumlah jamaah haji Indonesia itu terbesar di seluruh dunia, sudah waktunya Indonesia memiliki rumah sakit di Saudi,” kata Nihayatul Wafiroh, kemarin.
Perempuan yang akrab disapa Ninik ini menyatakan, rumah sakit begitu penting dan keberadaannya untuk dapat melayani kesehatan bagi seluruh jamaah haji dan umrah Indonesia yang membutuhkan. Saat ini KKHI Makkah dan Madinah hanya digunakan untuk melayani jamaah haji saja tidak melayani jamaah umroh.

“Karena ini bukan saja menyangkut waktu haji, tapi juga menyangkut saat umrah. Dan jumlah jamaah umrah lebih banyak dari jumlah jamaah haji,”
Permintaan Ninik ini juga disampaikan setelah melakukan kunjungan dalam rangka pengawasan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah. Saat itu ia melihat fasilitas di KKIH belum memadai, termasuk terkait peralatan medis.

“Dalam kondisi tertentu pasien akan dirujuk ke rumah sakit Saudi. Ini menimbulkan psikologi yang berbeda (saat dirujuk ke RS Saudi). Karena satu tidak bisa ditunggui oleh keluarga, kedua pasien tidak bisa bahasanya (Arab). Jadi untuk melakukan keluh kesah tentu komunikasinya akan sulit,” ujar Ninik.
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, ada sejumlah peralatan medis yang seyogyanya disediakan oleh tenaga medis khusus menangani pasien jamaah haji-umrah Indonesia. Seperti alat hemodialisa untuk pasien yang memerlukan cuci darah.

“Jadi selama ini pasien yang perlu cuci darah ya harus ke rumah sakit (Saudi), kalau kita punya alat itu satu saja di sini ini penting sekali dan pasien tidak perlu ke rumah sakit Saudi,” katanya.

Oleh sebab itu Ketua Bidang Kesehatan dan Penguatan Inklusi Disabilitas DPP PKB ini menilai Indonesia sudah waktunya membangun rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai untuk menjamin kesehatan seluruh jemaah haji dan juga umrah selama berada di Arab Saudi. Selain itu, dia juga mendorong Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah nomenklatur kesehatan agar tidak hanya fokus pada jamaah haji saja.
“Namun juga jamaah umrah yang jumlahnya jauh lebih banyak,” katanya.

Ia menjelaskan nomenklatur kesehatan haji dan umrah sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Seharusnya nomenklatur Pusat Kesehatan Haji Kemenkes tidak hanya fokus pada haji saja.
“Tapi juga Pusat Kesehatan Umrah. Ini harus diubah, sehingga fokusnya adalah haji dan umrah sesuai undang-undang,” katanya. Ali Yusuf

Share Berita ini :

   