KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Begini Proses Izin Operasional KKHI Makkah

 Minggu, 03 Juli 2022
 Puskeshaji

MAKKAH — Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mengeluarkan Tasrih atau izin untuk Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah memberikan pelayanan kesehatan selama musim operasional haji 1443 H. Tasrih dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi setiap operasional haji.

“Alhamdulillah Tasrih sudah kita terima, dan dinyatakan bahwa KKHI layak untuk memberikan pelayanan kesehatan,” kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr. Muhammad Imran seperti dilaporkan Republika, Sabtu (2/7).

Sementara itu tim Surveilans KKHI Makkah Salman M Idris mengatakan, untuk memperoleh Tasrih klinik, ada tiga tahapan yang harus dilalui oleh KKHI. Tahapan pertama, KKHI harus mendapatkan Tasrih Iskan, yaitu penerbitan izin gedung yang dikeluarkan oleh kantor baladiah (walikota) provinsi Makkah.
“Proses pengurusan tasrih iskan sudah kita lakukan sejak di Indonesia, sebelum masa operasional haji dimulai. Tasrih Iskan berlaku selama satu tahun, dan harus diperbaharui setiap tahunnya,” katanya.

Salman mengatakan, ada lima aspek yang harus dipenuhi untuk  diterbitkannya Tasrih Iskan. Pertama fungsi dan keamanan lift, kedua sistem alarm dan pemadam kebakaran gedung, dan ketiga back up power generator sebagai antisipasi padamnya listrik. Keempat sanitasi dan ketersediaan air, termasuk kebersihan tangki air.
“Dan yang terakhir adanya CCTV atau kamera pengawas di semua titik strategis yang langsung terintegrasi dengan sistem monitoring di kantor polisi Arab Saudi. Setelah lima hal ini diurus dan memenuhi syarat, terbitlah Tasrih Iskan,” ujar Salman.

Proses selanjutnya adalah terpenuhinya dokumen yang berisi informasi ketersediaan layanan kesehatan termasuk detail Sumber Daya Manusia beserta dengan tugas fungsinya, rincian jenis dan kuantitas obat-obatan dan alat kesehatan yang dibawa, serta ruang dan jenis pelayanan, mulai dari IGD, ruang rawat, dan sebagainya.

Tahapan ketiga adalah pengelolaan limbah medis yang bekerjasama dengan perusahaan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sambil dilakukannya proses pengurusan Tasrih Klinik, proses pelayanan kesehatan di KKHI terus berjalan, tidak mengganggu pelayanan.
“Alhamdulillah tasrih klinik juga sudah kita terima, dan berlaku selama masa operasional haji tahun ini,” katanya. Ali Yusuf.

Share Berita ini :

   