KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Mulai dari Deteksi Dini Hingga Emergency Respons

 Jum'at, 24 Juni 2022
 Puskeshaji

Makkah, 23 Juni 2022

Selama masa operasional haji 1443 H, Emergency Medical Team telah melakukan deteksi dini dan edukasi terhadap lebih dari 2000 kasus serta menangani lebih dari 150 kasus emergency. Deteksi dini kasus yang paling banyak ditemukan adalah kelelahan, hipertensi, dan diabetes Melitus.

Koordinator Emergency Medical Team (EMT) dr. Erwinsyah Patta Parang mengatakan tim EMT biasanya langsung melakukan jemput bola, memastikan kondisi jemaah risti yang da di tiap bus, apakah ada potensi kekambuhan penyakit atau Emergency. Jika tidak ada maka akan dilanjutkan dengan proses edukasi.

“Edukasi kita lakukan, agar seandainya terjadi kekambuhan, mereka sudah tau apa yang harus dilakukan, contohnya memeriksakan kesehatan teratur, minum obat teratur, patuhi anjuran dokter.” Ujar dr. Erick sapaannya.

Materi edukasi yang disampaikan oleh tim EMT sejalan dengan materi yang disampaikan oleh tim promosi kesehatan. Diantaranya adalah edukasi penggunaan APD, menaati protokol kesehatan, PHBS, dan tips bagaimana mencegah kekambuhan penyakit bawaan.

Sementara untuk penanganan kasus emergency yang paling sering dilakukan diantaranya adalah kasus kaki melepuh di Madinah, jantung. PPOK, dan asma.

dr. Erick mengingatkan semua petugas kesehatan, khususnya para petugas kesehatan (TKH) kloter untuk memperketat pengawasan terutama kepada para jemaah risti.

“Jadi memang perlu betul betul aware semua TKH kloter, tim EMT di lapangan, harus aware pengawasan terhadap 30 jemaah risti memang harus dilaksanakan. Karena kalau telat penanganan bisa terjadi kematian” jelasnya.

dr. Erick juga mengingatkan pada jemaah haji, terutama jemaah dengan faktor risiko, untuk dapat mematuhi tips berhaji sehat bagi jemaah dengan penyakit bawaan

“Kalau dipatuhi itu, insya Allah bisa lancar dan sehat ibadahnya.” Tutupnya.

Share Berita ini :

   