KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Pengakuan Jamaah Saat Menerima Layanan Kesehatan di Sektor Khusus Nabawi

 Rabu, 22 Juni 2022
 Puskes Haji

MADINAH--Koordinator Pengawasan dan pengendalian (Wasdal) PPIH Arab Saudi bidang kesehatan Nilawati menghibur Titi Endang Sulistiyowati 65 tahun dan Tri Wahyu Sulistiyoningsih 62 tahun. Jamaah haji asal embarkasi SOC 16 Semarang ini menunggu rombongannya sedang antri di Raudhah di pintu 21 sektor khusus Masjid Nabawi.

Kepada Titi Endang Sulistiyowati dan Tri Wahyu Sulistiyoningsih, Nilawati membuka pembicaraan dengan menanyakan kabar kesehatan selama di Arab Saudi. 

"Bagaimana kabarnya Ibu sehat sekarang Apa yang dirasakan,?" Tanya Nilawati, kepada dua jamaah tersebut, Rabu (22/6). Setelah diajak bicara, akhirnya Tri Wahyu Sulistiyoningsih menyampaikan keluhan yang dirasakannya. Tri mengaku diabetes dan hepatitis dan sementara Titi merasakan sakit kakinya jika berjalan dan cepat lelah. 

"Saya kalau berjalan sakit dada saya," katanya.

Tri Wahyu dan Titi merupakan sodara kandung yang berangkat haji tahun ini dengan kondisi resiko tinggi. Tri Wahyu dan Titi Endang berangkat haji tanpa pendampingan baik dari suami maupun keluarga yang lainnya.

"Saya bersodara dengan Titi. Suami belum berangkat karena belum sanggup uangnya," katanya.

Dua anggota Emergency Medical Team(EMT) PPIH Arab Saudi Bayu Permadi dan dr Idham Juanda menceritakan, sebelumnya dua jamaah ini berjalan bersama rombongan menuju Raudhah. Namun karena keduanya terlihat berjalannya kelelahan akhirnya Bayu Permadi dan dr Idham Juanda menghimbau agar tidak ikut rombongan masuk Raudhah.

"Saya melihat ibu-ibu haji ini sudah tidak kuat jalan. Maka dari itu kami sarankan untuk menunggu di sektor khusus untuk istirahat," katanya. 

Titi Endang mengaku senang sudah diajak istirahat di sektor khusus ini. Karena selama menunggu mereka diberikan layani dengan baik. 

"Saya senang, dikasih oralit, air zamzam, roti, apel di sini. Alhamdulillah luar biasa," katanya.

Selain diberikan makanan dan minuman EMT juga memberikan tindakan medis berupa perawat luka kepada Tri Wahyu. Tri Wahyu dibersihkan lukanya oleh dokter Idam menggunakan cairan NaCl dengan kasa steril yang di bubuhi anti biotik.

"Luka ini kita harus bersihkan supaya lukanya cepat kering," katanya. Ali Yusup - Republika

Share Berita ini :

   