KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kematian Jamaah  Haji Jangan Dianggap Cuma-cuma

 Selasa, 21 Juni 2022
 Puskeshaji

MADINAH — Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kelompok terbang (kloter) diminta terus mamantau semua jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi, baik yang memiliki risiko tinggi (risti) dan tidak risti. Hal itu disampaikan Koordinator Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bidang kesehatan Nilawati saat rapat koordinasi dengan 85 TKH kloter di KKHI Madinah, Senin (21/6).

Pada kesempatan itu Nila meminta, semua PPIH dan TKH harus totalitas dalam memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jamaah haji. hal itu agar tidak terjadi kematian jamaah haji yang tidak terprediksi.

“Untuk itu kematian jamaah haji jangan kita anggap cuma-cuma,” kata Nilawati, saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi dengan TKH kloter di KKHI, Madinah, Selasa (21/6). 

Nilawati menegaskan tidak ada alasan petugas kesehatan mengeluh kekurangan personil atau fasilitas lainnya dalam melayani jamaah haji di lapangan. Menurutnya alasan tersebut tidak bisa diterima karena jumlah kuota haji sudah dikurangi tahun ini.

“Manfaatkan semua potensi yang ada di lapangan, jangan banyak mengeluh. Lakikan kerja cerdas dan kerja ikhlas,” katanya.

Nilawati mengatakan, semua petugas PPIH dan TKH sudah dibekali rencana oprasi (rensop) kesehatan haji yang harus dijalankan. Untuk itu setiap petugas dalam memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan di lapangan harus berdasarkan rensop nya masing-masing.

“Jika masing-masing petugas memahami rencana oprasi, maka angka kematian jamaah bisa ditekan,” katanya.

Nilawati meminta semua petugas berikhtiar semaksimal mungkin, menurunkan angka kematian pada jamaah haji seperti yang dicita-citakan Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana, yaitu satu permil dari kuota haji umum. Seperti diketahui tahun ini Indonesia mendapat kouta sebanyak 100.051 jamaah. 
“Jika mengikuti kuota satu permil, maka perkiraan angka kematian yang diboleh 100 orang. rinciannya sebelum armuzna 20, armuzna 60, pasca armuzna 20,” kata Nilawati. Ali Yusuf.

Share Berita ini :

   