KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Waspadai Cuaca Panas Musim Haji 2022, Gerakan #jangantungguhaus 

 Rabu, 15 Juni 2022
 Puskeshaji

Langkah preventif beradaptasi dengan cuaca panas yang mencapai 52 derajat celcius, 
Pusat Kesehatan Haji menerapkan gerakan##jangantungguhaus #keselamatanjemaahhajiyangutama

Pemberangkatan jamaah calon haji 1443 Hijriah/2022M akhirnya akan dilaksanakan di bulan Juni hingga Agustus tahun ini. Sebelumnya pemberangkatan delegasi jamaah calon haji sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 selama dua tahun. Pelayanan kesehatan kepada Jemaah Haji Indonesia tersedia Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang dilengkapi tenaga kesehatan profesional. 

Dalam dokumen Rencana Perjalanan Haji dari Ditjen PHU, skenario pemberangkatan jamaah calon haji dibagi kedalam dua gelombang. Gelombang pertama telah berangkat pada 4 hingga 18 Juni 2022, lalu berangkat dari Madinah ke Mekkah pada 13 hingga 27 Juni 2022 secara bertahap dan akan menjalani puncak haji dari Makkah menuju Arafah pada tanggal 7 Juli, melaksanakan Wukuf pada tanggal 8 Juli (Jumat), dan Idul Adha 1443 H pada 9 Juli 2022.  Jemaah haji gelombang I memiliki waktu tinggal lebih lama sebelum puncak haji oleh karena itu menjaga kesehatan akan mendukung ritual beribadah bagi jemaah haji saat di Arafah. Sedangkan pemberangkatan kedua pada 19 Juni hingga 3 Juli 2022 dari tanah air menuju Jeddah langsung menuju Makkah untuk persiapan puncak ibadah haji. 

Dua puluh sembilan ribu  jemaah haji  telah tiba di Arab Saudi melalui Bandara prince Mohhamad bin Abdulaziz International dihari ke 15 operasional penyelenggaran haji, kondisi jemaah haji dikloter hampir 2,5% mengalami gangguan tekanan darah tinggi.  Jemaah haji dengan penyakit darah tinggi memiliki risiko kesehatan selama beribadah, sehingga perlu menjaga dan didampingi agar tetap sehat sampai kembali ketanah air. 

Operasional haji tahun ini yang berada dalam puncak musim panas, seperti pernyataan Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana mengungkapkan cuaca di Arab Saudi saat siang hari mencapai 52 derajat celcius dengan kelembaban kurang dari 60%, saat kunjungan persiapan haji pada Sabtu (21/05) sampai Rabu (25/05). “Tingginya suhu Arab Saudi sangat perlu diwaspadai oleh jemaah haji tahun ini. Langkah preventif juga terus dipastikan oleh tim kami, baik dari segi kesehatan dan adaptasi cuaca. Juga kami menghimbau para petugas dan jemaah haji untuk selalu terhidrasi” ujar dr. Budi Sylvana, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Untuk mengurangi risiko penyakit karena tingginya suhu dan panasnya paparan sinar matahari, jamaah diingatkan untuk selalu menjaga asupan cairan tubuh, karenanya #jangantungguhaus” tambah Budi. 

Dalam laporan Tim PPIH kesehatan deteksi dini gangguan kesehatan yang banyak terjadi pada jemaah yaitu kasus dehidrasi. Oleh karena itu langkah preventif cegah dehidrasi penting seperti menghindari sengatan panas dengan memakai alat pelindung diri lengkap seperti payung dan alas kaki.  Kemudian untuk menjaga kulit tetap dingin dan lembab, semprotkan air sesering mungkin ke area tubuh yang sering terkena panas dan oleskan pelembab di kulit yang mudah kering seperti bibir. Hal penting lainnya yaitu jaga diri dari kekurangan cairan dengan minum sesering mungkin dengan menggunakan oralit dan jangan tunggu haus, serta perhatikan kecukupan cairan dengan melihat warna urin. Untuk menjaga badan tetap sehat dan bugar, makan makanan yang disediakan dan jangan lupa beristirahat yang cukup. Sesuaikan aktivitas ibadah dengan kondisi fisik supaya tidak kelelahan, karena kelelahan bisa menurunkan kekebalan tubuh dan memicu timbulnya penyakit yang bisa menghambat pelaksanaan ibadah haji. (Mulyanti).

#jangantungguhaus #haji2022

Share Berita ini :

   