KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kapuskeshaji: Dalam 15 Tahun Terakhir, Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Relatif Flat 2‰. Apakah Ini Harus Jadi Kematian Minimal?

 Rabu, 02 Februari 2022
 Puskeshaji

Puskeshaji, Bekasi - "Dalam 15 Tahun terakhir, angka kematian Jemaah haji Indonesia rata-rata 2‰. Apakah ini harus jadi kematian minimal?" Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, MARS dalam kegiatan Forum Group Critical Periode Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Hotel Ciputra Cibubur Kota Bekasi.

"Negara India dengan kuota terbanyak setelah Indonesia, yaitu pada tahun 2016, angka kematiannya hanya 1 per mil. Sedangkan Indonesia 2 per mil dengan kuota kita sekitar 221 ribu. Sekitar 300-400 jemaah yang meninggal dan ini dianggap seperti satu pesawat," kata Budi (2/2).

Budi mengatakan bahwa dengan adanya masukan dari para ahli/expert, maka perlu dicari dan diambil kebijakan strategis baik di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama. Diharapkan angka 2‰ tidak harus terjadi, dan mungkin harus kita kurangi.

Critical period adalah waktu di mana jemaah haji banyak meninggal, yaitu berkisar hari ke 25 hingga hari ke 62 musim haji. Saat beraktivitas normal, angka kematian bisa dikendalikan, tetapi setelah jemaah haji gelombang pertama tiba di Mekkah, mulai terjadi Disaster of Hajj”, kata Budi. “Disinilah angka kematian mulai melonjak tajam.”

Budi mengatakan bahwa ketika jemaah haji tiba di Mekkah, dipaksakan untuk menjalankan sebanyak mungkin ibadah yaitu umrah. Sehingga jemaah kelelahan/fatigue. Dan pada hari pertama proses Armuzna hari ke-36 kematian semakin melonjak tajam.

Dari grafik Critical Period dapat dilihat bahwa yang mempengaruhi adalah:
1. Suhu. Yaitu suhu ekstrim yang tinggi.
2. Aktivitas Jemaah. Hari ke 10-57 aktivitas sangat tinggi. Ini perlu diatur dan butuh peran serta semua stakeholder.
3. Kepadatan massa. Saat wukuf kepadatan di Arafah 1,8m/orang dan di Mina 0,8 m/orang.
Oleh karena itu berhati-hatilah dengan Critical period.

Hadir sebagai presentan dalam FGD ini yaitu Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yaitu dr. Sugianto, MSc. Sebagai pembahas yaitu Prof. Muchtaruddin Mansur, MS, Sp.OK, Ph.D; Prof. Dr, Dede Kusmana, SpJP(K)FIHA, FACC; Prof. dr. Faisal Yunus, PhD, Sp.P(K); dan dr. Hermawan Saputra, MARS, CICS. Dan dimoderatori oleh Prof. Rustika, SKM, MSi.

Kegiatan FGD Critical Period ini diselenggarakan secara Hybrid Daring dan Luring diikuti Pusat Kesehatan Haji. Akademisi, Praktisi, Lintas Program Kementerian Kesehatan dan Lintas Sektor Kementerian Agama dari Dit. Bina haji, Dit. Pelayanan Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Harapannya dalam pertemuan ini memperoleh solusi/rekomendasi strategi untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada Critical Period penyelenggaraan kesehatan haji.

Penulis : dr. Enny Nuryanti, MKM
Editor : TeBe Margono

Share Berita ini :

   