KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kapushaji Talkshow “Pandemi Covid-19 dan Penyelenggaraan Kesehatan Haji” di Universitas Islam Alazhar Mataram NTB

 Kamis, 27 Januari 2022
 Puskeshaji

Puskeshaji, Mataram - Universitas Islam Alazhar (Unizar) dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi sebagai salah satu metode pembelajaraan bagi mahasiswanya menyelenggarakan Talkshow “Pandemi Covid-19 dan Penyelenggaraan Kesehatan Haji” pada hari Kamis, 27 Januari 2022 diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai penyelenggaraan Kesehatan haji dan umrah.

Dekan Unizar Dr. dr. H. Artha Budi Susila Duarsa, M.Kes dalam pembukaan acara talkshow menyampaikan, “Bahwa pada blok elektif adalah blok terakhir mahasiswa FK Unizar dari rangkaian blok pada kurikulum di program studi Pendidikan dokter Unizar, salah satunya adalah tentang Kesehatan haji.”

“Kami ingin menambahkan Knowledge, skill pada mahasiswa bahwa ada ilmu tentang Kesehatan haji yang harus diketahui mahasiswa. Apa itu kesehatan haji penyelenggaraan kesehatan haji dan yang terpenting adalah bagaimana melayani jemaah haji yang muncul pelayanan dari hati, humanis dan bermartabat,” lanjutnya.

Kapushaji dalam talkshow menjawab pertanyaan hubungan pandemi COVID-19 dengan haji dan kebijakan penyelenggaraan kesehatan haji. Beliau juga bercerita asal muasal adanya COVID-19 dan beliau adalah orang yang pertama yang diberangkatkan ke Wuhan untuk melihat kondisi pandemi dan mengevakuasi warga WNI yang ada di Wuhan.

Terkait haji dengan pandemi COVID-19, sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dengan 2 kali pemerintah tidak memberangkatan jemaah untuk menghindari tertularnya COVID-19. “Kesehatan haji dalam masa pandemi COVID-19 tetap melaksanakan pembinaan, pelayanan dan perlindungan bagi jemaah haji,” paparnya.

Menunaikan ibadah haji masa tunggunya yang lama dan antrian 5 juta orang yang mengantri untuk menunaikan ibadah haji adalah tantangan bagi mahasiswa untuk dapat terlibat dalam memberikan solusi melalui penelitian, untuk terlibat juga dalam mengedukasi masyarakat tentang kewajiban haji yang tidak memenuhi syarat istithaah agar berhaji dengan kondisi tersebut sebaiknya dibadalkan sesuai dengan UU nomor 8 tahun 2019 lanjutnya.

"Edukasi pada jemaah haji harus selalu disosialisasikan kepada masyarakat, preventif dan promotif lebih ditingkatkan dalam mengendalikan penyakit-penyakit jemaah haji, menjaga kesehatan dirinya selama menunggu keberangkatan haji, saat di Arab Saudi seperti banyak jemaah haji yang sudah kelelahan sebelum prosesi haji, untuk itu mahasiswa bisa membantu dan terlibat dalam edukasi jemaah haji," pesan Kapuskeshaji ketika mengakhiri paparannya.

Penulis : Agus Sultoni
Editor : TeBe Margono

Share Berita ini :

   