KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kapuskes Haji : “Penyelenggaraan Haji 2022, Arahkan Jemaah Haji untuk Mengikuti Aturan yang Ditetapkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi”

 Jum'at, 21 Januari 2022
 Puskeshaji

Puskes Haji, Jakarta - Jumat, 21 Januari 2022 telah berlangsung Webinar Focus Group Discussion (FGD) RT-PCR pada Jemaah haji. Acara dibuka oleh Sub Koordinator Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Haji, Iwan Kurniawan, SE dan diikuti oleh pengantar dari Koordinator Pendayagunaan Sumber Daya dan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Haji dr. Indro Murwoko. Acara dihadiri oleh pengelola kesehatan haji Dinas Kesehatan Provinsi Embarkasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Embarkasi, perwakilan Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri, Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, dan seluruh pejabat fungsional Substansi PSDK Fasyankes Pusat Kesehatan Haji.

Dalam arahannya Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Silvana, MARS, MH menyampaikan, “Penyelenggaraan Haji 2022, arahkan Jemaah Haji untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pemeriksaan RT-PCR dapat dilaksanakan di Embarkasi, semoga haji tahun ini dibuka oleh Kerajaan Arab Saudi untuk Jemaah haji Indonesia. Diharapkan Embarkasi sudah siap untuk melaksanakan pemeriksaan RT-PCR ini dalam waktu yang bersamaan di seluruh Embarkasi di Indonesia. Agar dilakukan pemeriksaan RT-PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan”.

"Dari sekarang harus bisa dilihat kapasitas laboratorium tersebut mampu memeriksa berapa orang untuk pemeriksaan RT-PCR di Embarkasi. Agar melihat kemampuan laboratorium tersebut yaitu mampu melakukan pemriksaan RT-PCR dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang bersamaan, serta dilakukan dengan cepat. Saat ini memang belum ada kepastian keberangkatan haji bagi Jemaah Haji Indonesia tetapi, In Shaa Allah tahun 2022 ini dibuka oleh Arab Saudi, oleh karena itu kita wajib melakukan berbagai macam persiapan guna mendukung penyelenggaraan Ibadah Haji 2022. Berbeda dengan pelaksanaan umrah, karena umrah pelaksanaan pemeriksaan RT-PCR laboratorium langsung ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi," sambung Budi.

Dalam kesempatan ini Kepala Pusat Kesehatan Haji juga menyampaikan, untuk vaksinasi COVID-19, yang dipersyaratkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi adalah vaksinasi full dosis yaitu 2 dosis wajib. Kalau sudah dilakukan full dosis ini baru bisa dilaksanakan booster, karena ini adalah mandatory (keharusan) dari Kerajaan Arab Saudi, perkiraan kloter pertama bagi Jemaah haji Indonesia akan berangkat tanggal 5 Juni 2022. Oleh sebab itu tugas Dinas Kesehatan Provinsi dan KKP adalah untuk memastikan ketersediaan laboratorium yang dapat melakukan pemeriksaan RT-PCR yang bisa melakukan pemeriksaan dalam jumlah yang banyak, dalam waktu bersamaan secara cepat.

Penulis : Ade Irma Rosiani
Editor : TeBe Margono

 

Share Berita ini :

   