KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Puskes Haji Perkuat Layanan Informasi Manasik Kesehatan Haji

 Minggu, 05 September 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Depok — Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan saat ini sedang mengembangkan aplikasi manajemen aset kesehatan haji di Arab Saudi dan dashboard sistem informasi kesehatan haji. Kedua aplikasi ini nantinya akan digunakan oleh internal Puskes Haji guna memperkuat layanan informasi kesehatan haji dan mendukung penyelenggaraan kesehatan haji. Hal tersebut sejalan dengan upaya Puskes Haji yang terus memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi jemaah haji.

Terkait manajemen aset Puskes Haji yang berada di Tanah Suci, Koordinator Bagian Tata Usaha Puskes Haji Rahmat Kurniadi, S.Sos, M.Kes mengungkapkan bahwa hal tersebut sangat penting dilakukan. “Pengelolaan aset Puskes Haji di Arab Saudi merupakan hal yang sangat penting, karena untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal untuk operasional kesehatan haji di Arab Saudi,” katanya saat memberikan arahan pada pertemuan penyusunan desain sistem informasi manasik kesehatan haji dan manajemen aset, yang diadakan di Depok, 2 – 4 September 2021. Pertemuan tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Rahmat menambahkan, “Sudah saatnya Puskes Haji tidak lagi mengelola aset secara konvensional/manual, namun harus mampu memanfaatkan teknologi mutakhir. Mulai dari database management yang digunakan untuk menampung data-data aset, mencatat dan mengupdate status aset, pemeliharaan dan perbaikan aset, depresiasi aset, hingga mutasi dan rotasi aset.”

Mengenai beberapa aset yang sering berpindah tempat ketika digunakan pada saat operasional haji di Arab Saudi, Rahmat mengungkapkan: “Oleh karena itu sangat penting dikembangkan suatu sistem manajemen aset, yang dilengkapi dengan fitur penggunaan barcode/QR-code maupun Global Positioning System (GPS) guna mempermudah monitoring dan mapping lokasi aset di Arab Saudi.”

Sementara itu aplikasi dashboard sistem informasi kesehatan haji nantinya akan menjadi jendela informasi kesehatan haji yang sifatnya stand alone. Aplikasi ini terdiri dari beberapa konten diantaranya Indikator kinerja Puskes Haji, peta kekuatan personel Puskes Haji, informasi manasik kesehatan haji, rekrutmen calon petugas kesehatan haji, manajeman aset dan capaian realisasi anggaran.

Pada kesempatan yang sama, Subkoordinator Bagian Program dan Informasi Kesehatan Haji Muhammad Firdaus, ST, MT, MKM mengungkapkan harapannya agar kedua aplikasi tersebut bisa segera diselesaikan, karena sangat dibutuhkan guna mendukung penyelenggaraan kesehatan haji.

“Di era digital sekarang ini, arus informasi begitu cepat. Oleh karena itu, diharapkan kedua aplikasi ini bisa segera rampung sehingga dapat menyediakan informasi terkait kesehatan haji secara real time.” ujarnya. (HBO).

Share Berita ini :

   