KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Manasik Kesehatan Haji Membahana di Sang Bumi Ruwai Jurai

 Kamis, 30 September 2021
 Puskes Haji

Puskeshaji – Lampung, Tabik puun.... Ujar Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes  mengawali pembukaan acara Sosialisasi Manasik Kesehatan Haji di Lampung Sai Sang Bumi Ruwai Jurai (30/9).

"Provinsi Lampung pada tahun 2021 diperkirakan memiliki Jemaah Haji sebanyak 7.074 orang, namun tertunda keberangkatannya dikarenakan pandemi Covid-19, untuk itu peran sektor kesehatan yang  utama adalah  meningkatkan  dan  mempertahankan  kesehatan  jemaah  haji  agar  sehat  mandiri sehingga mencapai status Isthithaah dalam  melayani  jemaah dengan berbagai  faktor  risikonya", ujar Reihana sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

“Kenapa harus manasik kesehatan haji?”

Kesehatan haji sudah diperkenalkan pada saat haji pertama kali dipersyariatkan, ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, MARS. Pada kesempatan tersebut Budi juga menjelaskan bahwa penyampaian konten kesehatan haji sebelumnya sudah bagus namun belum Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Ke depannya siapapun yang akan menyampaikan materi kesehatan haji harus diberikan pelatihan terlebih dahulu dan memiliki sertifikasi yang terstandar dengan biaya gratis tentunya.

Selanjutnya yang menjadi tantangan adalah merubah mindset petugas dari Jemaah sakit menjadi Jemaah sehat, begitu juga dalam merubah mindset Jemaah haji dari ketergantungan menjadi kemandirian, ujar Budi.

Peserta pertemuan yang terdiri dari pengelola program kesehatan haji Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kota, Kabupaten, Puskesmas dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang juga diberikan materi manasik kesehatan haji sebelum keberangkatan, saat ibadah haji dan sesudah ibadah haji, serta dilanjutkan dengan materi supervisi pelayanan kesehatan haji yang disampaikan oleh tim Pusat Kesehatan Haji (AB).

 

Share Berita ini :

   