KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Puskes Haji Siapkan Skema Kesehatan Umrah di Masa Pandemi COVID-19

 Kamis, 02 September 2021
 Puskeshaji

Puskes Haji, Jakarta - Kamis, 2 September 2021 telah berlangsung Focus Group Discussion (FGD) Mitigasi Penyelenggaraan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi COVID-19. Dalam FGD yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama ini mengundang berbagai narasumber dari dalam dan luar negeri. Acara yang berlangsung secara online dan offline dari Grand Mercure Hotel, Gambir Jakarta Pusat ini merupakan acara terkait persiapan pembukaan penyelenggaraan Ibadah Umrah bagi Jemaah Umrah Indonesia.

Acara ini menghadirkan berbagai narasumber yang berkompeten dari berbagai stakeholder yang berasal dari dalam dan luar negeri, antara lain berasal dari: Kementerian Luar Negeri, Satuan Gugus Tugas COVID-19, Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Diektorat Lalu Lintas Udara Kemenhub, dan Teknis Urusan Haji, Jeddah.

Hadir secara online dalam pertemuan FGD ini mewakili Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Indro Murwoko. Dalam paparannya, Indro menyampaikan tentang Skema Kesehatan Umrah di masa Pandemi COVID-19 yang meliputi:
1. Promotif – Preventif
a) Mengenal risiko Kesehatan & Pencegahannya pada masa Pandemi.
b) Mengenal Protokol Kesehatan (PROKES), Vaksinasi COVID-19, Pemeriksaan PCR, Karantina.
2. Pemeriksaan Kesehatan
a) Untuk mengetahui kondisi Kesehatan sebelum umrah.
b) Dilakukan di fasilitas Kesehatan atau saat akan vaksinasi.
c) Screening comorbid pada saat vaksinasi COVID-19.
3. Vaksinasi Meningitis Meningococus (Vaksinasi MM) dan Vaksinasi COVID-19.
a) Dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) & Fasilitas kesehatan terdekat.
b) Interval Vaskin MM dan COVID-19 adalah 30 Hari.
c) International Certificate of Vaccination (ICV) sebagai bukti vaksin.
d) Verifikasi oleh KKP (dengan melihat kartu vaksinasi Peduli Lindungi).
4. Pemeriksaan Swab Reverse Transcription Polimerase Chain Reaction (RT-PCR)
a) Dilakukan di laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan
b) Hasil PCR dibuktikan dalam Aplikasi Peduli Lindungi
5. Karantina
a) Dilaksanakan selama masa inkubasi (14 hari)
b) Tetap Menjalankan PROKES
c) Dilaksanakan di tempat yang dapat terpantau.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 antara lain:
1. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/9838/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus 2019 (COVID-19) bagi petugas dan Jemaah haji dan umrah (PROKES).
2. Standar tempat karantina dan isolasi mandiri pada penyelenggaraan haji di masa pandemi COVID-19.
3. Petunjuk karantina dan isolasi mandiri jemaah haji.
4. Petunjuk penanganan COVID-19 pada jemaah haji.

Saat ini Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan sedang menyusun Pedoman Umrah dimasa pandemi COVID-19 yang di dalamnya akan membahas mengenai Promotif/Preventif Kesehatan, Pemeriksaan Kesehatan, Vaksinasi Meningitis Meningococus (MM) & Vaksinasi COVID-19, Pemeriksaan PCR, dan Karantina. (AIR)

Share Berita ini :

   