KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Puskes Haji Gandeng Peneliti Puslitbangkes Mengawal Manasik Kesehatan Haji Masa Pandemi

 Minggu, 12 September 2021
 Puskeshaji

Puskes Haji, Selong - Pemilihan Selong, Lombok Timur sebagai lokus pertama kegiatan Pengumpulan Data bagi Pembinaan Kesehatan Haji di masa pandemi covid 19 akan menjadi momentum strategis dimulainya era Manasik Kesehatan Haji bagi seluruh Proses Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Tanah Air dan Tanah Suci. Konsentrasi penuh penyelenggaraan kesehatan haji di hilir merupakan pilihan tepat dalam rangka menyiapkan postur jemaah haji yang sehat dan mandiri untuk melaksanakan ibadah haji di masa yang akan datang. Demikian disampaikan Prof. DR. Rustika, SKM MSi selaku Peneliti Utama Balitbangkes Humaniora dan Kebijakan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di Kabupaten Lombok Timur.

Strategi jitu agar upaya ini berdaya guna dan berhasil guna adalah dengan TSM (Terstuktur, Sistematis dan Masif) yaitu pembinaan kesehatan haji dengan struktur kewenangan yang jelas, metode penyampaian substansi manasik kesehatan haji yang sistematis, tepat sasaran dan kegiatan tersebut telah pula dilakukan secara massif, tandanya adalah substansi manasik kesehatan haji akan terasa dan terlihat di setiap kali pertemuan dimana topik kesehatan haji dibicarakan secara formal maupun informal di tengah-tengah masyarakat.

Pengumpulan data kajian implementasi pembinaan kesehatan jemaah haji Indonesia di masa pandemi Covid-19 dan pengembangan program manasik kesehatan haji yang saat ini sedang berlangsung berada pada 8 (delapan) lokus terpilih secara acak dengan peserta berasal dari unsur pelaksana penyelenggara kesehatan haji mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Kota, Dinas Kesehatan Propinsi, Rumah Sakit Daerah, maupun unsur lintas sektor seperti dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota dan penyelenggara KBIHU. Metoda Round Table Discussion (RTD) yang di pakai dengan deep interview merupakan cara untuk menggali informasi pembinaan kesehatan secara personal yang divariasikan dengan metoda kuantitatif menggunakan gadget/gawai agar jangkauan informasi lebih luas dan lebih dalam sehingga akan mempercepat tim mendapatkan kesimpulan yang tepat terkait model manasik kesehatan haji khususnya dimasa pandemi saat ini.

Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan, pelaksana dan metode pembimbingan dan penyuluhan kesehatan kepada jemaah haji; termasuk sistem rujukan bagi jemaah haji; dan integrasi program kesehatan yang mengikut sertakan lintas sektor dalam mendukung program manasik kesehatan haji ke depan. (AH)

 

Share Berita ini :

   