KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Saudi Tingkatkan Kapasitas Jemaah Umroh Hingga 70 Ribu per-Hari

 Jum'at, 10 September 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta — Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi telah mengkonfirmasi peningkatan kapasitas jamaah umrah hingga mencapai 70 ribu jamaah per hari. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan diawal pembukaan umrah untuk internasional pada bulan lalu, yaitu sebanyak 60 ribu jemaah per hari. Artinya, jemaah umrah dari dalam dan luar negeri dalam jumlah tersebut akan diperbolehkan melakukan ibadah umrah setiap hari.

Kementerian menekankan bahwa peningkatan kapasitas ini juga harus sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dan protokol kesehatan. Selain itu, Kementerian juga telah berkoordinasi dengan otoritas terkait lainnya dalam peningkatan kapasitas jemaah umrah tersebut. 

Kementerian menyatakan bahwa calon jamaah dapat melakukan pemesanan izin untuk melaksanakan umrah dan shalat di Masjidil Haram melalui aplikasi Tawakkalna dan aplikasi Eatmarna. 

Sementara itu, Dr. Saad Al Muhaimid, penjabat asisten Wakil Sekretariat Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas jemaah umrah menjadi 70 ribu per-hari mencerminkan kepemimpinan yang bijaksana dalam memberikan layanan terbaik bagi umat. Pihaknya, dari Dua Masjid Suci juga telah memfasilitasi suasana yang sehat untuk menunaikan ritual umrah dengan mudah dan nyaman. 

“Kami menegaskan bahwa Presidensi siap untuk menyambut tamu Allah, baik dari dalam Kerajaan maupun luar negeri, dan menyediakan sistem layanan yang terintegrasi dan komprehensif," kata Al Muhaimid dilansir dari Saudi Gazette, Jumat (10/9). 

Dia melanjutkan, “Kepresidenan telah mengerahkan semua daya dan upaya departemennya, yang didukung dengan tenaga kerja dan kesiapan operasional mereka, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.” 

Dia menambahkan bahwa semua koridor dan halaman Masjidil Haram telah disiapkan untuk menyambut arus masuk jamaah yang sangat besar. 

Sebelumnya, Juru bicara Kepresidenan Hani Haidar mengatakan bahwa tindakan pencegahan akan dilakukan secara komprehensif, serta sterilisasi yang lebih intensif akan diterapkan guna menangani peningkatan jumlah jemaah umrah. Kepresidenan juga berharap dapat mengadopsi struktur layanan yang komprehensif tanpa mempengaruhi penerapan tindakan pencegahan Covid-19.

Hani menegaskan bahwa Kepresidenan telah memberikan sejumlah layanan, termasuk pengembangan kamera pengukur suhu dan operasi pemilahan visual. Sedangkan untuk proses sterilisasi didukung oleh 11 robot dengan kecerdasan buatan, 20 peralatan perawatan bio guna sterilisasi uap kering dan 500 peralatan sterilisasi. Selain itu disediakan pula 500 tempat sabun elektronik dan 250 kipas angin yang tersebar di pelataran Masjidil Haram.

Dia juga menekankan bahwa Kepresidenan juga telah meningkatkan kapasitas produksi Air Zam-Zam menjadi lebih dari 300 ribu botol per hari untuk didistribusikan kepada para peziarah maupun jemaah umrah. (HBO).

Sumber: Saudi Gazette

Share Berita ini :

   