KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Vaksinasi Menjadi Prasyarat Penting Dalam Pelaksanaan Umrah Tahun Ini

 Minggu, 08 Agustus 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta — Pemerintah Saudi mengumumkan mulai menerima jamaah umrah bagi warga yang tinggal di dalam kerajaan, selain secara bertahap menerima permintaan umrah dari berbagai negara di dunia, mulai 9 Agustus 2021. Tak hanya umrah, kesempatan itu pun terbuka bagi jemaah yang akan ziarah dan sholat di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Dilansir dari Saudi Press Agency, Ahad (8/8), pelaksanaan umrah tersebut dapat dilaksanakan dengan syarat para jemaah mendapatkan izin yang dikeluarkan melalui aplikasi “Eatmarna dan Tawakalna”.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr Abdulfattah bin Sulaiman Mashat menyampaikan terkait protokol kesehatan bagi jemaah umrah dari dalam kerajaan, “Vaksinasi Covid-19 akan menjadi prasyarat untuk melaksanakan ibadah umrah, shalat di Masjidil Haram, maupun ziarah di Masjid Nabawi.”

Penerapan protokol tersebut seperti yang ditunjukkan oleh implementasi “Tawakalna” dari tiga kategori vaksinasi (kekebalan bagi jemaah yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19, atau telah divaksinasi selama 14 hari setelah menerima dosis pertama vaksin, atau orang yang divaksinasi yang pulih dari infeksi) untuk semua kelompok umur yang divaksinasi untuk jemaah umrah dari dalam Kerajaan.

Sedangkan bagi calon jemaah umrah yang berasal dari luar kerajaan, harus melampirkan surat keterangan vaksinasi yang disahkan oleh pejabat berwenang di negara asal di dalam dokumen permohonan pelaksanaan umrah, dengan ketentuan vaksin disetujui di Kerajaan. Disamping itu, diperlukan pengakuan atas kebenaran informasi, dan komitmen terhadap prosedur karantina institusional untuk masuknya peziarah yang datang ke Kerajaan dari negara-negara di mana penangguhan masuk langsung ke Kerajaan masih berlanjut, sesuai dengan mekanisme yang disetujui oleh otoritas yang berwenang.

Selain itu, Abdulfattah meminta perlunya mengikuti prosedur dan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh kementerian. Penetapan kebijakan tersebut melibatkan otoritas yang berwenang demi keselamatan jemaah umrah, para petugas yang melayani mereka, serta untuk mencegah penyebaran virus corona dan variannya. Oleh karena itu para peziarah harus mendapatkan izin umrah melalui aplikasi “Tawakalna dan Eatmarna”. (HBO).

 

Sumber : Saudi Press Agency

Share Berita ini :

   