KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Indonesia Berencana Membangun Akomodasi Di Mekkah

 Jum'at, 06 Agustus 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan PT. PP (Persero) Tbk, sebuah perusahaan pelat merah dalam bidang konstruksi dan investasi, berencana akan membangun akomodasi dan hotel bagi jemaah haji dan umrah melalui proyek Rumah Indonesia di Mekkah, Arab Saudi.

Hal ini sejalan dengan kewenangan yang diamanatkan oleh UU No. 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, dan PP No. 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan UU No. 34 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Diantara tujuan pengelolaan keuangan haji adalah untuk meningkatkan efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji serta kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

Hurriyah El Islamy, Anggota Badan Pelaksana Bidang Investasi dan Kerja Sama Luar Negeri, menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang diselenggarakan secara virtual bersama Novel Arsyad selaku direktur utama PT. PP. Acara yang diselenggarakan secara online pada Rabu (4/8) tersebut disaksikan oleh Kartika Wirjoatmodjo, sebagai Wakil Menteri BUMN II, dan Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu.

Hurriyah menyampaikan bahwa melalui sinergi yang baik antara BUMN dengan PT. PP, pihaknya berharap Proyek Rumah Indonesia ini dapat menyediakan fasilitas akomodasi dan perhotelan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Mekkah, sehingga memberikan manfaat yang maksimal bagi para peziarah Indonesia di Arab Saudi.

Lebih lanjut Hurriyah menyampaikan: “Proyek Rumah Indonesia diharapkan dapat mewujudkan ketiga tujuan pengelolaan keuangan haji, sesuai dengan amanat UU No. 34/2014, yaitu meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, rasionalitas dan efisiensi penggunaan BPIH, serta manfaat bagi kemaslahatan umat Islam”.

Pada kesempatan yang sama, Novel berharap penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai langkah awal dalam rangka menjabarkan kerjasama yang lebih matang dalam bentuk perjanjian kerjasama (PKS) kedepan. Dia mengemukakan bahwa pada tahun 2019, sebanyak 231 ribu jemaah asal Indonesia menunaikan ibadah haji dan 1,2 juta yang melaksanakan umrah. Jumlah yang fantastis tersebut menyumbang setidaknya 10,7% dari total jumlah peziarah sedunia. Dengan potensi peningkatan jumlah jemaah dari tahun ke tahun, diperkirakan pada tahun 2022 jumlah jemaah haji di Indonesia mencapai 5,24 juta. Jumlah jemaah haji yang begitu tinggi tentunya memiliki potensi kerjasama yang meyakinkan di masa depan.

BPKH dan PT. PP akan terus melakukan peninjauan dari berbagai faktor sebagai tindak lanjut pelaksanaan kerjasama tersebut. Perlu dilakukan kajian lebih mendalam perihal pengadaan tanah, pembangunan serta pengelolaan fasilitas akomodasi untuk jemaah haji dan umrah Indonesia selama di Mekkah. (HBO).

 

Sumber : BPKH

 

Share Berita ini :

   