KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kapuskes Haji: “Siapkan Semua Persyaratan yang Diminta Arab Saudi bagi Penyelenggaraan Kesehatan Umrah”

 Kamis, 05 Agustus 2021
 Puskeshaji

Puskes Haji, Depok - Kamis 5 Agustus 2021, bertempat di Bumi Wiyata Hotel, Depok Jawa Barat, telah berlangsung pertemuan Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Umrah di masa Pandemi COVID-19. Acara yang berlangsung selama 3 (tiga) hari tersebut menghadirkan berbagai narasumber untuk memperkaya draft Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Umrah di masa Pandemi COVID-19, antara lain narasumber yang berasal dari: Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Pusat Data dan Informasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno Hatta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama. Acara yang berlansung secara online dan offline ini diikuti secara antusias oleh seluruh peserta, baik eksternal maupun internal Kementerian Kesehatan.

Acara dibuka oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dr. Budi Sylvana, MARS. Dalam arahannya, Budi menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan umrah di masa pandemi COVID-19 antara lain:
1. Rencana Pemerintah Arab Saudi yang akan membuka kembali Umrah bagi negara-negara di luar Kerajaan Arab Saudi.
2. Persiapkan hal-hal yang diminta Kerajaan Arab Saudi sebagai syarat untuk pelaksanaan ibadah umrah.
3. Konfirmasi dengan pihak Saudi metode apa yang digunakan dalam pemeriksaan PCR seperti (waktu hasil PCR yang dipersyaratkan oleh Kerajaan Arab Saudi, alat tes PCR yang digunakan, dan reagen yang digunakan).
4. Vaksinasi yang dipersyaratkan disaat normal sebelum pandemi yaitu vaksinasi Meningitis, pada saat pandemi ditambah vaksinasi COVID-19. Sinovac merupakan vaksin resmi yang digunakan di Indonesia dan sudah diakui oleh WHO, karena sudah dilekuarkan Emergency Use Listing oleh WHO akhir Juni 2021.
5. Perhatikan juga ketersediaan jumlah vaksin bagi Jemaah umrah, kordinasi dengan Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, terakit berapa jumlah jemaah umrah yang akan berangkat ke Arab Saudi tahun ini.
6. Sertifikat vaksinasi yang diakui secara internasional yaitu International Certificate of Vaccination (ICV). Sertifikat untuk vaksinasi COVID-19 dari peduli lindungi, apakah memerlukan legalisasi, jika iya siapa yang berwenang untuk legalisasi sertifikat COVID-19 tersebut apakah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)/Satgas COVID/Kemenag? 7. Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) disetiap etape perjalanan Ibadah Umrah.
8. Agar proses pembuatan pedoman ini tidak terlalu lama, sehingga bila Jemaah Umrah Indonesia diizinkan oleh Kerajaan Arab Saudi, maka kita sudah punya pedoman baku yang menjadi dasar bagi penyelenggaraan kesehatan umrah di Indonesia. (AIR)

 

Share Berita ini :

   