KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Menteri Agama: Saudi Hapus Aturan Karantina 14 Hari

 Selasa, 31 Agustus 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi telah menghapus persyaratan karantina 14 hari bagi calon jemaah umrah di negara ketiga. Namun, dengan syarat mereka telah menerima vaksinasi lengkap ditambah satu dosis vaksin booster.

Yaqut mengatakan pada pertemuan dengan Komisi VII DPR-RI pada hari Senin (30/8): "Komunikasi terakhir kami adalah bahwa tidak ada karantina bagi orang yang telah divaksinasi dengan dua vaksin, dan hanya vaksinasi booster saja yang diperlukan."

Sebelumnya, Arab Saudi menangguhkan penerbangan langsung dari berbagai negara termasuk Indonesia, karena jumlah kasus Covid-19 di negara tersebut masih tinggi.

Arab Saudi kemudian melunak dan mengizinkan negara yang ditangguhkan tersebut untuk mengirim calon jemaah umrah dengan syarat harus menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum masuk Kerajaan Saudi.

Aturan karantina 14 hari tersebut kini dihapus. Sebagai gantinya, calon jemaah umrah harus menerima dua dosis vaksinasi lengkap, ditambah dengan satu vaksinasi booster dari empat vaksin yang diterima oleh Saudi, yaitu: Moderna, Pfizer, Astra Zeneca serta Johnson & Johnson.

“Saya pikir hal ini harus kita bahas lagi, memang agak sulit ya, tapi kita harus berusaha maksimal,” jelas Yaqut, sebagaimana dilansir dari ANTARA, Selasa (31/8). Arab Saudi juga telah menyetujui vaksin Sinovac yang banyak digunakan di Indonesia. Namun, jika ingin melakukan umrah, maka jemaah harus mendapatkan booster dari empat vaksin yang disetujui di sana.

Tidak hanya itu, calon jemaah umrah juga wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi. Bagi calon jemaah dari Indonesia yang mayoritas mendapatkan vaksin Sinovac, maka harus melampirkan dua sertifikat vaksin, yaitu sertifikat Sinovac dan vaksin booster.

“Sertifikat vaksin dengan QR-code mutlak diperlukan, ada dua sertifikat yang dibutuhkan yaitu Sinovac dan booster. Atau kalau kita pakai Sinopharm, maka Sinopharm ditambah vaksin booster dari empat vaksin tersebut,” katanya.

Menurut Yaqut, pihaknya akan terbang ke Arab Saudi untuk melobi supaya Indonesia mendapatkan keringanan dari penambahan dosis vaksin booster.

"Kita akan lobi, namanya juga usaha, namun hasilnya tentu diluar tanggung jawab kita. Kita harus terus berikhtiar," ujarnya. (HBO).

Share Berita ini :

   