KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Proteksi Kesehatan Jemaah Haji, Pusat Kesehatan Haji Gelar Uji Coba Kelayakan Draft Manasik Kesehatan Haji

 Selasa, 24 Agustus 2021
 Puskes Haji

Puskeshaji, Bekasi – Uji Coba Draft Manasik Kesehatan Haji diselenggarakan pada senin (23/08) di Hotel Amarossa Bekasi. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, dalam sambutannya Budi mengatakan saya mengharapkan masukan  terhadap pedoman yang telah disusun ini, saya ingin pedoman ini mengkompilasi dari semua yang ada dan beberapa masukan tambahan, kita jadikan dulu, mungkin banyak kurangnya, kita koreksi dulu sambil berjalan karena kita tahu ini pas atau tidaknya setelah kita coba, ini yang menjadi dasar pertemuan kita. “imbuh budi.

Lebih lanjut Kapuskeshaji mengungkapkan “Tentunya banyak nanti format-format yang ada, masukan-masukan dari bapak/ibu, misalnya terkait istithaah, karena jemaah haji yang berangkat harus dan pasti istithaah,dengan kondisi saat ini (pandemi, antrian panjang berhaji) ditambah lagi data kesakitan dan kematian jemaah haji Indonesia yang tinggi, perlu tidak regulasinya direvisi?.”ungkapnya.

Salah satu peserta pertemuan asal Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Mirsal memberikan pendapatnya “bahwa diperlukan revisi regulasi yang mengatur tentang istithaah kesehatan jemaah haji karena sesuai kondisi yang dialami saat ini bahwa waktu tunggu di masa keberangkatan itu sudah cukup panjang contohnya jemaah haji yang akan diberangkatkan di tahun 2022, mereka telah memeriksakan kesehatannya di tahun 2019 atau tahun 2020, kondisi kesehatan seseorang itu dinamis, ketika kita bicara Jemaah haji yang sudah dinyatakan “istithaah” nilainya sudah irreversible (tidak dapat berubah/balik) kecil kemungkinan untuk menjadi tidak istithaah, hal ini berbeda dengan status kebugaran jemaah haji, karena kondisi kebugaran itu bisa diperbaiki, tapi kalau istithaah belum tentu sehingga menjadi kewajiban kita agar regulasi terkait dengan istithaah tersebut dapat direvisi sesuai kondisi saat ini sehingga nanti saat pemeriksaan tahap ketiga seseorang yang menentukan laik/tidak laik terbang tidak mengulik kembali tentang status istithaahnya.” ujarnya.

Lebih lanjut lagi kapuskeshaji menyerukan bahwa “bisa saja regulasi itu dibuat disesuaikan dengan kondisi saat ini, jangan sampai kita menganggap sesuatu itu sama dengan “kitab suci, itu bahaya. Saya sependapat istithaah dalam kondisi saat ini tentunya dengan antrian jemaah haji sebegitu panjang apa iya kita mau seperti itu lagi? Contohnya saja jemaah haji dengan gagal ginjal, gagal ginjal dalam permenkes istithaah saat ini yang tidak bisa berangkat adalah gagal ginjal dengan cuci darah, bagaimana dengan saat pandemi seperti ini? Kalau saya pribadi berpendapat tidak diberangkatkan, karena walaupun di tanah air kondisinya baik tapi dengan kondisi berbeda di tanah suci khawatirnya bisa masuk kedalam fase terminal, karena gagal ginjal itu asupan cairan kurang dikit masalah, banyakpun masalah jadi memang akan sulit terkontrol ketika jemaah berada di tanah suci, hal ini berbeda dengan penyakit lain seperti diabetes mellitus, penyakit paru obstruktif, hipertensi yang masih bisa terkontrol.

Revisi regulasi dibuat untuk menyesuaikan kondisi terkini semata mata untuk menyelamatkan warga negara kita dan warga negara lain yang ada di Arab Saudi dan supaya jemaah haji lancar peribadatannya serta tidak merugikan orang lain.” serunya. Sudah pasti haji jaman covid saat ini tidak akan sama dengan kondisi berhaji sebelumnya jadi beruntunglah nanti jemaah haji yang akan berangkat di masa pandemi, karena akan mengalami hal-hal yang tidak ada/berbeda dari sebelumnya.


Sekali lagi saya himbau kepada teman-teman sekalian “Jemaah haji tolong diperkuat, terutama kesehatan jemaah dengan penyakit penyerta/komorbid diperkuat, jangan sampai Jemaah dengan komorbid tiba-tiba terkena infeksi, that’s why permenkes istithaah perlu direvisi, juga masalah kebugaran jemaah signifikan tidak bagi jemaah haji yang berumur 60 tahun keatas.  Tolong diprediksi hal-hal seperti itu, jangan sampai terlihat konyol. Contoh Pemerintah Arab Saudi tahun 2020 lalu hanya memperbolehkan 1000 orang berhaji, mereka tidak mau ambil risiko dan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Tahun 2021 ini 60 ribu Jemaah yang melaksanakan haji dari seluruh negara dengan syarat tidak ada komorbid serta batas usia, jangan sampai kita mengesampingkan itu, kebayang tidak seumpama kita kirim 200 ribu orang dan dengan komorbid. Untuk memastikan itu bawalah organisasi profesi salah satunya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk forum bedah permenkes (apakah perlu disesuaikan atau tidak), “pungkasnya.


Pedoman manasik kesehatan haji ini lebih kepada proses pembinaan haji saja, kita harus antisipasi semua kemungkinan dengan upaya promotif dan preventif, jangan samakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, kalau kita punya posisi regulasi seperti itu dan meloloskan jemaah haji sakit untuk berangkat tentunya akan berat Pemerintah Arab Saudi akan membuka kesempatan kepada kita. Pemerintah Arab Saudi tentunya mengharapkan Jemaah haji Indonesia yang berhaji itu yang sehat bukan yang sakit.


Pedoman manasik kesehatan haji ini akan dilaksanakan secara TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif) Terstruktur artinya dari level pusat sampai kabupaten/kota, Sistematis  artinya ada kurikulum modul yang sedang disusun untuk TOT, materi yang disampaikan secara sistematis dalam penyelenggaraan kesehatan haji ke depan dan Masif  artinya akan melibatkan berbagai linprog dan linsek termasuk ormas islam, KBIH diharapkan dapat menyampaikan Manasik Kesehatan Haji ini dalam materi dan konten yang sama/konsisten, walau mereka berasal dari instansi yang berbeda tapi satu Bahasa yang sama.


Akhir kata, saya harapkan teman-teman kasih masukan bagian mana yang mesti direvisi, tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak bisa berubah, istithaah yang dulu berbeda dengan istithaah yang sekarang, jangan menganggap sebuah regulasi itu sebuah harga mati kecuali NKRI harga mati !!!. seruan semangat kemerdekaan kapuskeshaji.

DSS

 

 

Share Berita ini :

   