KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Perlunya Koordinasi, Kolaborasi dan Sinergitas Antar Sesama Petugas Haji, Jelang Persiapan Kesehatan Haji 2022

 Jum'at, 20 Agustus 2021
 Puskeshaji

Puskes Haji, Jakarta - Jumat 20 Agustus 2021 telah berlangsung virtual meeting Penyusunan Rencana Kerja Operasional (RKO) Perjalanan Ibadah Haji untuk Penyelenggaraan Haji tahun 1443 H/2022 M, yang dilakukan oleh calon Satuan Tugas Promotif Preventif (Satgas PP), Satuan Tugas Sanitasi (Satgas Sanitasi), Satuan tugas Obat Perbekes (Satgas OP) dan Tenaga Kesehatan Lainnya (TKL). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Konsolidasi Petugas Kesehatan Haji (PKHI) tahun 2021, dengan mengundang calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bidang kesehatan yang namanya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan (SK Menkes) Tahun 2021.

Acara dibuka dengan pengantar Penyusunan Rencana Kerja Operasional (RKO) penyelenggaraan haji tahun 2022 di masa pandemi COVID-19 oleh dr. Edi Supriyatna, MKK. Dalam arahannya Edi menyampaikan, “Penyusunan RKO ini sangat penting ditekankan perlunya koordinasi, kolaborasi dan sinergitas antar sesama petugas haji, baik petugas kesehatan haji maupun petugas Kementerian Agama. Selain itu untuk Satgas PP penting sekali melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi, baik yang berada di Daerah Kerja (Daker) Mekkah dan Daker Madinah. Semua petugas harus satu komando mengikuti arahan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) masing-masing, Kasatgas akan berkoordinasi dengan Kepala Kesehatan Daerah Kerja baik di Mekkah, Madinah dan Bandara, dan tetap berkoordinasi dengan Kepala Kesehatan PPIH Arab Saudi. Selain itu, semua petugas kesehatan haji harus siap untuk dimobilisasi baik sejak di Indonesia maupun di Arab Saudi, jadi nanti kemungkinan akan ada rotasi dan mutasi petugas baik antar Satgas ataupun antar daerah kerja di bawah arahan dan koordinasi dari Kepala Satgas”.

RKO yang dibuat harus mengacu pada rencana perjalanan ibadah haji yang dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Agama, seperti tahun 2021 lalu Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama telah mengeluarkan kesepakatan pada Bathsul Masail Perhajian yang dilaksanakan pada 27-29 April 2021 telah memutuskan tentang Alur Pergerakan Jemaah Haji Tahun 1442 H/2021 M Di Masa Pandemi COVID-19 (Bila Haji Dilaksanakan), maka masing-masing Satgas wajib mengikuti rencana perjalanan haji yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, kerena penyelenggaraan Ibadah Haji bersifat dinamis oleh karena itu semua calon petugas kesehatan diharuskan mengikuti update berita terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah baik Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, serta terus mengikuti perkebangan terbaru melalui website resmi dan media sosial Pusat Kesehatan Haji. (AIR)

 

Share Berita ini :

   