KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Pakar Epidemiologi Kemenkes Dukung Program Manasik Kesehatan Haji

 Senin, 16 Agustus 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Bekasi — Manasik Kesehatan Haji merupakan proses pemberian informasi kepada jemaah haji yang bersifat promotif dan preventif mengenai pembinaan, pelayanan dan pelindungan kesehatan haji. Proses tersebut dilaksanakan secara holistik, mulai saat para jemaah belum berangkat ke Tanah Suci, selama prosesi ibadah haji, maupun setelah ibadah haji selesai dilaksanakan, hingga para jemaah tiba dirumah masing-masing.

Dalam masa pandemi ini, kondisi kesehatan para jemaah haji banyak yang mengalami perubahan. Oleh karena itu perlu diterapkan stategi dalam manasik kesehatan haji yang terstruktur dan sistematis dengan kurikulum yang standar, dilaksanakan secara masif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik dari pemerintah, organisasi masyarakat, maupun swasta.

Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, MARS menyampaikan bahwa Arab Saudi cukup selektif dalam menetapkan jemaah haji yang diperbolehkan mengikuti prosesi ibadah pada musim haji tahun ini. Diantara persyaratan yang dipertimbangkan adalah dari segi kesehatan Jemaah, vaksinasi Covid-19 dan batasan umur jemaah.

“Oleh karena itu kita harus mempersiapkan jemaah haji sejak dini. Kita sudah cukup banyak memiliki konten yang bagus terkait pelayanan kesehatan Haji. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi edukasi agar materi-materi terkait kesehatan haji dapat diterima oleh para jemaah haji. Strategi tersebut harus dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Strateginya bisa berubah-ubah, disesuaikan dengan situasi dan kondisi sehingga pesannya bisa sampai ke jemaah” ujarnya.

Hal senada pun disampaikan oleh Prof. Dr. Rustika, SKM, M.Sc, sebagai ketua tim peneliti dalam kajian “Implementasi Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia di Masa Pandemi COVID-19”. Profesor satu-satunya yang pernah mengangkat topik kesehatan haji dalam pengukuhannya tersebut mengatakan: “Perlu dikaji lebih dalam bagaimana konsep manasik kesehatan haji tersebut dimatangkan, sehingga para jemaah memiliki pemahaman yang kompresensif.”

Para tim pakar sebagai peneliti dari Pusat Litbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tersebut mendukung sepenuhnya upaya Pusat Kesehatan Haji dalam mengimplementasikan manasik kesehatan haji, terlebih dimasa pandemi ini.

Hal tersebut disampaikannya saat pertemuan bersama Puskes Haji dengan tema “Konsolidasi Strategi Manasik Kesehatan Haji”, yang diselenggarakan di Bekasi, 16 Agustus 2021 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Urgensi pembinaan kesehatan jemaah haji dalam situasi pandemi ini memerlukan waktu yang cukup lama dan membutuhkan sistem pengelolaan dana khusus,” kata Prof. Rustika yang juga pernah bertugas sebagai Tenaga Kesehatan Haji pada tahun 1984. (HBO).

 

Share Berita ini :

   