KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Pertemuan Penyusunan Dokumen Teknis Sistem Informasi Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji Indonesia

 Jum'at, 13 Agustus 2021
 Puskeshaji

Puskes Haji, Bekasi - Di masa pandemi Covid-19 ini Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan selalu berbenah diri untuk perbaikan di semua layanan, baik dalam pembinaan Jemaah haji juga menyiapkan petugas yang akan bertugas di Arab Saudi apabila operasional haji dibuka lagi untuk Indonesia.

Persiapan operasional Kesehatan haji tahun 1443 H mulai dilakukan oleh Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan. Salah satu persiapannya adalah sistem informasi rekrutmen petugas Kesehatan haji Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 12 s/d 14 Agustus 2021.

Bertempat di Hotel Avenzel, Bekasi Jawa Barat, Pusat Kesehatan Haji mengadakan pertemuan untuk membahas Penyusunan Dokumen Teknis Sistem Informasi Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji dengan protokol Kesehatan ketat. Pertemuan ini dihadiri oleh Pusat Informasi Data Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama serta perwakilan calon petugas Kesehatan Haji tahun 2022 yang seharusnya bertugas tahun 2020. Pusat Kesehatan tetap berbenah untuk memperbaiki/penyempurnaan Sistem Informasi Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji agar dalam proses rekrutmen mendapatkan petugas kesehatan haji yang SHARI (Sigap, Handal, Amanah, Responsif, Inovatif).

Pusat Kesehatan Haji berkolaborasi dengan Kementerian Agama dalam menyiapkan operasional haji. Hal ini berkaitan dengan data kelengkapan pembuatan visa untuk Petugas Kesehatan haji. Hal ini bertujuan juga untuk menggali masalah-masalah yang mungkin bisa terjadi. Sistem ini direncanakan akan dipakai untuk rekrutmen tahun 2023. Koordinator Pengelolaan Sumber Daya dan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Haji (dr Indro Murwoko) menyampaikan bahwa sebelum pertemuan ini sudah diadakan diskusi dengan pengelola program Kesehatan haji provinsi seluruh Indonesia secara daring, sehingga data-data yang disajikan saat ini sudah disepakati oleh pengelola program.

Sistem rekrutmen mendatang akan mengakomodir hasil pembinaan yang telah dilakukan calon petugas di daerah masing-masing. Sistem Informasi Rekrutmen yang akan datang akan disesuaikan dengan data yang akan dibutuhkan Kemenag dalam pengurusan Visa petugas nanti. Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS mengatakan bahwa bila data-data yang ada yg sekiranya kurang bermanfaat atau kurang penting sebaiknya dirapikan dan disederhanakan. Data isian untuk kelengkapan rekrutmen, yang harus diupload oleh pendaftar dalam sistem rekrutmen ini walaupun sederhana harus disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Beberapa data yang perlu dihapus dan disederhanakan disesuaikan dengan fungsi dari data itu sendiri dan kalau memungkinkan bisa ditambah menu yang dianggap penting dan dapat memudahkan pendaftar dalam proses rekrutmen itu sendiri tambah Budi.

Seperti yang disampaikan Hasan Affandi dari Kementerian Agama, untuk menghindari pengulangan entry data secara manual dalam pengurusan visa petugas Kesehatan yang memuat banyak data yang harus diisi dan untuk menghindari kesalahan entry diperlukan integrasi dengan Siskohatkes Kemenkes diharapkan bisa memudahkan dalam isian dan membuat waktu lebih singkat untuk penerbitan visa petugas Kesehatan haji dari E Hajj. (SK)

Share Berita ini :

   