KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Wukuf di Arafah

 Senin, 19 Juli 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta – Hari Arafah merupakan diantara hari yang paling mulia sepanjang tahun, jatuh pada tanggal 9 Dzul-Hijjah, bulan ke-12 dalam kalender Islam. Pada hari tersebut Allâh Azza Wa Jalla paling banyak membebaskan manusia dari neraka. 

Ibunda kaum mukminin, Aisyah Radhiyallahu anha meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” [HR. Muslim no. 1348].

Maksudnya, tidak ada yang mendorong mereka untuk meninggalkan negeri, keluarga dan kenikmatan mereka (untuk menunaikan ibadah haji-red) kecuali ketaatan kepada Allâh Azza wa Jalla dan pencarian ridha-Nya.

Pada Senin pagi (19/7/21), para peziarah yang sedang menunaikan ibadah haji meninggalkan Mina menuju padang Arafah (juga dikenal sebagai Arafa), dengan menjaga jarak sosial.

Dalam beberapa tahun terakhir dan dalam keadaan normal, padang Arafah akan menampung sekitar 2 juta peziarah. Tetapi selama haji tahun ini, yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena tindakan pencegahan penyebaran virus corona serta guna memastikan kesehatan dan keselamatan para peziarah, maka hanya 60.000 jemaah yang akan menuju ke tempat suci.

Setibanya di padang Arafah, para peziarah akan berada disatu tempat dalam refleksi dan doa. Momen ini dapat digambarkan sebagai "berdiri di hadapan Allah" dan dianggap sebagai ritual yang bermartabat di mana para peziarah mencari pengampunan.

Dilansir Saudigazette Senin (19/7), Tahun ini Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman, mengeluarkan perintah kerajaan untuk menugaskan Sheikh Bandar Bin Abdulaziz Balila, imam dan khatib Masjidil Haram, yang juga anggota Dewan Ulama Senior, untuk menyampaikan khutbah pada Hari Arafah.

Selain itu, khutbah Hari Arafah akan diterjemahkan ke dalam sepuluh bahasa untuk membantu memastikan penyebaran pesan damai Islam. Ini akan menjadi tahun keempat berturut-turut, khutbah arafah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Melayu, Urdu, Persia, Prancis, Cina, Turki, Rusia, Hausa, dan Bengali. (HBO).

 

Sumber : Saudigazette

 

Share Berita ini :

   