KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Penundaan Ibadah Haji, Kemenkes Berbenah

 Selasa, 08 Juni 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta - Selasa, 8 Juni 2021. Penundaan Ibadah Haji Indonesia telah diumumkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama pada 3 Juni 2021. Hal ini tidak menyurutkan upaya pemerintah dalam melindungi jemaah haji dan mempersiapkan penyelenggaraan kesehatan haji berikutnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, drg. Oscar Primadi, MPH menyampaikan arahannya dalam pertemuan Focus Group Discussion (FGD) penempatan staf teknis kementerian kesehatan di Arab Saudi, “Adanya penundaan ibadah haji menjadi momen penting untuk kita bebenah dalam pelayanan dan perlindungan kesehatan jemaah termasuk penguatan koordinasi dengan pihak arab Saudi”.

“Indonesia termasuk negara yang memiliki jemaah umrah terbesar tiap tahunnya, untuk itu perlu perhatian khusus kementerian kesehatan,” ucap Oscar.

“Selain itu Kementerian Kesehatan juga memiliki asset kesehatan seperti Klinik Kesehatan Haji, Obat-obatan, Alat Kesehatan dan lain sebagainya, maka perlu ada tatakelola dengan baik disana,” lanjut Oscar.

FGD yang dilaksanakan di hotel Borobudur Jakarta pada 8 Juni 2021, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri, Direktur Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri, Direktur Konsuler, Kementerian Luar Negeri, Direktur Kesehatan Kerja dan Olah Raga, Ditjen Kesehatan Masyarakat, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Staf Biro Perencanaan dan Organisasi, Kementerian Luar Negeri, Staf Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan, staf direktorat Tata Kelola Obat Publik, staf direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P, Koordinator dan subkoordinator Pusat Kesehatan Haji membahas tentang penempatan staf teknis kementerian di Arab Saudi. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha menyampaikan jumlah WNI di Arab Saudi sebanyak 365.540 orang yang terdiri dari 97.382 orang Laki-laki dan 268.158 perempuan. Judha juga mengatakan, “Jumlah WNI yang over stayer di Arab Saudi diperkirakan 2-3 x lipat dari jumlah yang terdata”.

Selanjutnya Judha juga menyampaikan data terupdate kondisi WNI pada Masa Pandemi di Arab Saudi sampai dengan 6 Juni 2021 “terdapat 270 WNI Terinfeksi COVID-19, dengan 89 WNI sembuh (32,96%) dan 101 WNI meninggal dunia (37,41%) dan diantaranya 80 WNI (29,63%) menjalani karantina dan saat ini kondisinya stabil”.

Jika dilihat dari data tersebut, staf Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Rahmat Aming mengatakan, “Maka perlu penempatan strategis staf teknis kesehatan di KJRI Jeddah yang secara jangka panjang akan melakukan pelayanan kesehatan, pengawasan, koordinasi dan perlindungan kesehatan WNI di Arab Saudi”.

“Penangan kasus WNI di Arab Saudi dalam konteks perlindungan WNI menjadi perhatian pemerintah Indonesia, tidak hanya Kementerian Kesehatan saja namun kementerian terkait dalam melaksanakan perlindungan WNI di negara lain,” ucap Andreano Erwin, S.H, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kesehatan.

Seluruh peserta terus berdiskusi untuk merumuskan rencana penempatan staf teknis kementerian kesehatan di Arab Saudi. Peserta optimis penempatan staf teknis ini terwujud sebagai upaya pemerintah dalam melayani dan melindungi WNI di Arab Saudi, khususnya bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. (NK)

Share Berita ini :

   