KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Puskeshaji Kerahkan Calon Petugas Kesehatan Haji Input Data Cakupan Vaksinasi Covid-19 Jemaah Haji

 Minggu, 09 Mei 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta - Petugas Kesehatan Haji (PKH) merupakan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter yang terdiri dari dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Pada Minggu 9 Mei 2021, Pusat Kesehatan Haji mengundang para PKH di Regional Barat untuk belajar cara input data hasil vaksinasi Covid-19 ke dalam Siskohatkes dan menyandingkannya dengan data di aplikasi PCare. Kegiatan yang dilaksanakan menggunakan daring ini dihadiri oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji, Pengelola Program Kesehatan Haji Provinsi, Kabupaten/Kota dan para PKH di Regional Barat (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Riau, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Kalimantan Barat).

“Kami himbau kepada para PKH yang tersebar di seluruh Indonesia, agar berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan persiapan penyelenggaraan haji termasuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 jemaah haji dan segera menginputnya ke dalam Siskohatkes (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan),” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, dalam arahannya pada pembukaan pertemuan Integrasi Vaksinasi Covid-19 Jemaah Haji ke Siskohatkes dan Pcare.

Berdasarkan data Siskohatkes, cakupan vaksinasi Covid-19 Jemaah Haji reguler dan PIHK di Indonesia pada 9 Mei 2021 tercatat sebanyak 118.912 atau sebanyak 68,67% jemaah haji telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dan telah di input ke dalam Siskohatkes.

“Kami yakin ada sebagian data jemaah haji yang telah divaksinasi namun belum di input ke dalam Siskohatkes sehingga cakupannya terlihat belum maksimal,” ucap Najmi Komariyah, SKM, MKM, Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Pusat Kesehatan Haji. “Data itu sangat penting untuk menilai cakupan coverage vaksinasi dan sekaligus menilai kinerja petugas. Data ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan kebijakan para stakeholder,” lanjut Najmi dalam paparannya pada pertemuan daring tersebut.

Selanjutnya Najmi melatih para peserta cara input data hasil vaksinasi Covid-19 jemaah haji ke dalam Siskohatkes dan cara menyandingkannya dengan data pada aplikasi Pcare. Najmi menjelaskannya secara step by step agar peserta mengerti dan dapat langsung mempraktekannya. Pelatihan secara daring ini dilaksanakan menggunakan metode interaktif, di mana para peserta menyimak sambil mempraktekan langsung ke dalam Siskohatkes dan PCare. Peserta juga terlihat antusias dengan melayangkan berbagai pertanyaan dan berdiskusi secara aktif saat pertemuan berlangsung.

Eka berharap dengan adanya partisipasi aktif para PKH ini, dapat meningkatkan cakupan Vaksinasi Covid-19 Jemaah Haji dan secara langsung dapat meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 Nasional. (NK)

Share Berita ini :

   