KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

5 Sila Kesehatan Haji di Masa Pandemi

 Selasa, 04 Mei 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta - Pandemi Covid-19 tidak kunjung selesai, pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 belum dapat dipastikan apakah jemaah haji Indonesia dapat diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini?. Sampai saat ini Selasa, 4 Mei 2021, masih belum ada pengumuman mengenai hal tersebut.

Namun Pemerintah terus berupaya mempersiapkan penyelenggaraan kesehatan haji, mulai dari vaksinasi Covid-19 sampai dengan menyusun pedoman-pedoman penyelenggaraan kesehatan haji di masa Pandemi.

Koordinator Pembimbingan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji, dr. Halimatussadiah, MKM, menuturkan, “Kami terus melakukan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi ini, hal ini merupakan upaya kami dalam melayani dan melindungi jemaah haji dari penularan Covid-19”.

Berdasarkan data WHO (https://covid19.who.int/region/searo/country/id), di Indonesia sejak 3 Januari 2020 sampai dengan 4 Mei 2021, tercatat 1.682.004 kasus Covid-19 terkonfirmasi dengan angka kematian sebanyak 45.949 orang (2,73%) dan hingga 26 April 2021, total dosis vaksin Covid-19 yang telah diberikan sebanyak 19.230.446 dosis.

“Selain vaksinasi, kami juga membuat pedoman-pedoman pencegahan dan penanganan Covid-19 untuk jemaah haji, kami menyebutnya 5 Sila kesehatan haji di masa pandemi,” ujar Dyah.

5 sila kesehatan haji di masa pandemi antara lain:

1. Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Bagi Petugas Dan Jemaah Haji Umrah (Protokol Kesehatan Haji & Umrah)
2. Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi.
3. Petunjuk Karantina Dan Isolasi Mandiri Bagi Jemaah Haji dan Umrah
4. Standar Tempat Karantina Dan Isolasi Mandiri Pada Penyelenggaraan Haji Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
5. Petunjuk Penanganan Covid-19 Pada Jemaah Haji


Untuk mengunduh dokumen pedoman-pedoman tersebut dapat klik di tiap judul pedoman.

Semoga dengan dibuatnya 5 sila kesehatan haji ini, dapat menjadi pedoman bagi jemaah haji dan petugas haji dalam melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi sehingga terhindar dari penyebaran dan penularan Covid-19. (NK & OMG)

 

 

Share Berita ini :

   