KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Terus Genjot Cakupan Vaksinasi Covid-19 Jemaah Haji, WHO Support Pengembangan Sistem Informasi

 Rabu, 12 Mei 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Depok - Kasus konfirmasi positif Covd-19 di Indonesia terus bertambah, per tanggal 11 Mei 2021, berdasarkan data Satgas Covid -19, jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 1.723.596 kasus, dengan jumlah kesembuhan sebanyak 150.580.207 (91,68%) orang dan kematian sebanyak 47.465 orang (CFR 2,7%).

Pemerintah terus berupaya menghentikan penyebaran dan penularan Covid-19 ini, salah satunya dengan memberikan vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan kekebalan herd imunity. Sampai saat ini (11 Mei 2021) jumlah penduduk Indonesia yang telah di vaksinasi Covid-19 sebanyak 13.615.313 atau sebanyak 7,5% dari total jumlah sasaran penduduk Indonesia yang akan divaksin sebanyak 181.554.465 orang.

Tentu saja jemaah haji termasuk dalam target sasaran dan yang sudah divaksinasi tersebut, karena mekanisme pemberian vaksin untuk jemaah haji menggunakan mekanisme nasional.

Saat ini, jumlah jemaah haji yang telah divaksin sebanyak 124.436 (71,86%) dan bisa saja jumlahnya lebih dari itu, karena pencatatan hasil vaksinasi belum semua di input ke dalam Siskohatkes.

Untuk memfasilitasi kebutuhan input data hasil vaksinasi Covid-19 jemaah haji pada Siskohatkes, Pusat Kesehatan Haji melaksanakan pertemuan pengembangan menu vaksinasi Covid-19 pada siskohatkes, yang berlangsung tanggal 9 s/d 11 Mei 2021 dan dilanjutkan 17 Mei 2021,bertempat di hotel Savero Depok.

Kegiatan yang dibiayai World Health Organization (WHO) ini dihadiri oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji, para koordinator dan sub koordinator di lingkungan Pusat Kesehatan Haji, pengelola kesehatan haji Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, pengelola kesehatan haji Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dan para staf Pusat Kesehatan Haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr Eka Jusup Singka, MSc mengatakan dalam arahannya, “Untuk melihat cakupan hasil vaksinasi maka data harus diinput ke dalam sistem (Siskohatkes), dan agar proses input data dapat berjalan lancar maka sistem harus memiliki fasilitas sesuai kebutuhan pengguna, saat ini adalah untuk entry data hasil vaksinasi Covid-19”.

Selanjutnya, Eka mengucapkan terimakasih kepada WHO karena telah men-support Pusat Kesehatan Haji dalam mengembangkan menu di Siskohatkes.

Ia berharap dengan adanya sistem informasi yang kuat dapat mensukseskan program percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 pada Jemaah Haji. (NK)

Share Berita ini :

   