KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Calon Petugas Kesehatan Haji Regional Timur, Siap Sukseskan Program Peningkatan Cakupan Vaksin Covid-19 Jemaah Haji

 Selasa, 11 Mei 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada jemaah haji terus dilaksanakan, dengan berpedoman pada mekanisme nasional vaksinasi Covid-19 saat ini prioritas utama adalah pelayanan publik dan lansia. Termasuk jemaah haji di dalamnya.

Senin 10 Mei 2021, Pusat kesehatan haji kembali melaksanakan pertemuan jarak jauh (webinar) integrasi data vaksinasi Covid 19 Jemaah Haji ke Siskohatkes dan PCare.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan program Pusat Kesehatan Haji dalam rangka percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 pada jemaah haji dengan melibatkan para calon Petugas Kesehatan Haji (PKH).

Pertemuan yang sebelumnya mengundang para PKH berasal dari regional barat, kali ini Pusat Kesehatan Haji mengundang para PKH di regional timur antara lain: PKH Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawasi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Selain itu turut hadir pula para Pengelola Kesehatan Haji di Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota di regional timur.

“Kami minta para calon PKH membantu program percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 pada jemaah haji di wilayah masing-masing, dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaanya,” ucap dr. Indro Murwoko, Koordinator Pengembangan Sumber Daya Kesehatan dan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Haji.

“Pusat Kesehatan Haji secara berkala akan memantau progress peningkatan cakupan vaksinasi ini, dan memberi feedback kepada para pengelola kesehatan haji di provinsi termasuk para calon PKH,” ujar Indro dalam arahannya.

Acara dilanjutkan dengan materi praktek input data cakupan vaksinasi yang disampaikan oleh Najmi Komariyah, SKM, MKM, Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda, Pusat Kesehatan Haji. Najmi menyampaikan, “Hasil pelaksanaan vaksinasi haruslah di input kedalam Siskohatkes, agar data tersimpan dalam sistem sehingga dapat terlihat cakupan hasil vaksinasi yang teman-teman laksanakan di daerah.”

“Data merupakan hal yang sangat penting untuk melihat capaian cakupan dan kinerja kita, selanjutnya akan dijadikan bahan kebijakan para stake holder,” lanjut Najmi mengawali materinya.

Najmi menyampaikan materi step-b- step dengan metode interaktif, di mana para peserta sambil menyimak langsung mempraktekan cara penginputan data.

Setelah pertemuan berakhir, tercatat adanya peningkatan jumlah cakupan vaksinasi menjadi 121.325 (70,07%) jemaah haji yang sebelumnya tercatat hanya 120.655 (69,68%) jemaah haji, artinya terdapat penambahan 670 data hasil vaksinasi yang telah diinput ke dalam sistem.

Hal ini memperlihatkan bahwa dengan melibatkan calon PKH dalam percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 Jemaah haji terlihat efektif.

“Kami siap, dan bersedia sukseskan program percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 pada jemaah haji di wilayah kami,” ucap dr. Rhiska calon PKH dari Papua Barat. (NK)

 

Share Berita ini :

   