KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Sekjen Kemkes: “Prokes akan Diterapkan dalam Setiap Etape Tahapan Berhaji di Masa Pandemi COVID-19”

 Selasa, 06 April 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta - Selasa 6 April 2021 telah berlangsung Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Ruang Rapat Komisi VIII membahas persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2021 M/ 1442 H mengundang Menteri Kesehatan RI, Direktur Garuda Indonesia, Direktur Utama Perta Niaga PERTAMINA, Direktur Angkasa Pura I dan II, dan Perwakilan Saudia Airlines Indonesia. Rapat Panja ini merupakan rapat untuk membahas BIPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) tahun 2021.

Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI ini mengagendakan beberapa hal antara lain: Persiapan Ibadah Haji tahun 2021 M/1442 H, Penjelasan Menteri Kesehatan mengenai Vaksinasi COVID-19 pada Jemaah Haji, serta mendengarkan beberapa paparan dan penjelasan dari Menteri Kesehatan, Direktur Pertamina, Direktur Angkasa Pura I, Direktur Angkasa Pura II, Direktur Garuda Indonesia serta Perwakilan Saudia Airlines Indonesia diikuti dengan diskusi dan tanya jawab dengan Panja Komisi VIII DPR RI kepada narasumber pembuat kebijakan tentang BIPIH yang akan diterapkan bila Ibadah Haji terselenggara di masa Pandemi COVID-19. BIPIH harus diusulkan oleh Menteri Agama dengan persetujuan DPR RI, apabila tidak disetujui maka BIPIH tahun ini akan ditetapkan berdasarkan BIPIH tahun sebelumnya.

Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal drg. Oscar Primadi, MPH. Dalam paparannya Oscar menjelaskan, “Beberapa persiapan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dalam mempersiapkan penyelenggaraan kesehatan haji di masa Pandemi COVID-19, penerapan protokol kesehatan (prokes) akan diterapkan dalam setiap etape tahapan berhaji yang akan dilaksanakan oleh seluruh Jemaah haji Indonesia”. Oscar menambahkan, penerapan prokes pada perjalanan haji antara lain:
1. Menerapkan protokol kesehatan pada transportasi dari kabupaten/kota ke asrama haji.
2. Karantina Jemaah di Asrama Haji yang dilakukan selama 5 hari, dengan akomodasi 1 kamar untuk 2 orang, pemeriksaan Swab PCR/Antigen di Asrama Haji, dan penyiapan ruang isolasi.
3. Penerapan prokes di dalam pesawat ke Arab Saudi antara lain dengan menjaga jarak, dan kapasitas pesawat 70%.
4. Hotel di Arab Saudi dengan karantina 5 hari, akomodasi 1 kamar 2 orang, pemeriksaan Swab PCR/Antigen sebelum ibadah, dan penyiapan ruang isolasi.
5. Menerapkan prokes pada transportasi di Arab Saudi.
6. Menerapkan prokes pada prosesi Ibadah Haji.
7. Pesawat ke Indonesia dengan kapasitas 70% dan menjaga jarak antar Jemaah.
8. Setibanya di Asrama Haji Jemaah akan Kembali dikarantina selama 5 hari, dengan 1 kamar akan ditempati oleh 2 orang Jemaah, dan pemeriksaan Swab PCR/Antigen di Asrama Haji.

Sebelum menutup paparannya Oscar memberikan saran kepada Panja Komisi VIII dalam penyelenggaraan ibadah haji dalam masa Pandemi COVID-19 antara lain:
1. Penyelenggaraan Haji dimasa Pandemi COVID-19 perlu melibatkan masyarakat, sehingga Jemaah dapat berperan aktif dalam penerapan prokes dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
2. Penerapan prokes dan pemberian Vaksinasi COVID-19 merupakan upaya preventif terhadap COVID-19.
3. Penerapan prokes tetap harus dilaksanakan dalam setiap tahapan Prosesi ibadah Haji, untuk memutus rantai penularan COVID-19.
4. Penerapan karantina dan screening Jemaah haji merupakan upaya penanganan COVID-19 secara global dimasa Pandemi. Kekaratinaan dan screening dilaksanakan melalui penerapan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) sebagai salah satu upaya penanggulangan COVID-19.
5. Materi manasik perlu diperkuat terutama tentang pemahaman dan pelaksanaan Ibadah Haji di masa Pandemi/kondisi khusus/adanya halangan tertentu. (AIR)

Share Berita ini :

   