KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Pusat Kesehatan Haji Selesaikan Petunjuk Karantina dan Isolasi Mandiri Bagi Jemaah Haji dan Umrah

 Minggu, 28 Maret 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta - Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan telah menyelesaikan Petunjuk Karantina dan Isolasi Mandiri Bagi Jemaah Haji dan Umrah, Minggu 28 Maret 2021.

“Petunjuk ini dibuat untuk memberikan informasi dan pesan-pesan kesehatan kepada jemaah haji dan umrah agar terhindar dari penularan virus COVID-19”. kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc.

Ia mengatakan petunjuk ini disusun sesederhana mungkin agar mudah dipahami oleh jemaah haji dan jemaah umrah. “selain petunjuk ini, kami juga sedang menyusun standar karantina kesehatan pada penyelenggaraan kesehatan haji dan petunjuk penanganan COVID-19 bagi jemaah haji, tentunya hal ini sebagai upaya kami dalam mempersiapkan penyelenggaraan kesehatan haji di masa pandemi dan untuk melindungi jemaah haji dari penularan COVID-19”, lanjut Eka menjelaskan.

Petunjuk yangi berisi tentang COVID-19 dan bagaimana cara karantina serta isolasi mandiri ini disusun oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji, Koordinator dan sub koordinator serta para penyintas COVID-19 di lingkungan Pusat Kesehatan Haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji berharap kepada berbagai pihak, baik itu jemaah haji dan umrah maupun petugas haji untuk mengunduh ataupun membagikannya secara luas kepada masyarakat. Untuk mengunduh Petunjuk Karantina dan Isolasi Mandiri Bagi Jemaah Haji dan Umrah dapat melalui alamat link ini: https://link.kemkes.go.id/petunjukKarantinaIsolasiMandiriJH

Sementara itu, berdasarkan sumber data WHO dan PHEOC Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 28 Maret 2021, jumlah masyarakat Indonesia terkonfirmasi COVID-19 bertambah 4.461 kasus, sehingga total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.492.002 kasus. Jumlah kasus kematian bertambah sebanyak 198 orang sehingga menjadi 40.364 orang (CFR : 2,7%).

Dilansir dari situs WHO (https://covid19.who.int/table), Sumber transmisi penularan kasus COVID-19 di Indonesia berasal dari komunitas (community transmission), oleh sebab itu petunjuk ini sangat bermanfaat untuk dibaca dan diikuti guna pencegahan penularan COVID-19 di Indonesia terutama bagi jemaah haji dan umrah. (NK)

 

Share Berita ini :

   