KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kapuskes Haji: 57.630 Calhaj Lansia Prioritas Vaksinasi

 Sabtu, 27 Maret 2021
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi calon jamaah haji Indonesia ditargetkan berlangsung sampai Mei 2021. Kelompok lanjut usia (lansia) menjadi prioritas dan diintegrasikan dengan sistem pelayanan yang ada.

"Masyarakat dengan usia di atas 60 tahun atau lansia ini memiliki potensi yang lebih berat jika terkena Covid-19, dibandingkan yang lebih muda. Karena itu, negara memprioritaskan golongan ini dengan tujuan memperkecil angka kematian akibat Covid-19," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka, dalam webinar bertajuk Vaksinasi Covid-19 Jamaah Haji Khusus, Apa dan Bagaimana?, Jumat (26/3).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Agama (Kemenag), saat ini ada 158.871 jamaah haji reguler dan 14.289 jamaah haji khusus yang sudah terdaftar untuk mendapatkan vaksinasi. Total jamaah kategori lansia untuk haji reguler sebanyak 54.294 orang, sementara haji khusus sebanyak 3.336.

Eka menyebut vaksinasi Maret hingga April difokuskan untuk kategori lansia. Sementara April sampai Mei akan ditujukan bagi kelompok masyarakat rentan dann jamaah haji usia 18 hingga 59 tahun.

"Komitmen Kemenkes, semua divaksinasi. Yang usia di bawah 60 tahun dan akan diberangkatkan sesuai kuota juga akan memperoleh vaksin," lanjutnya.

Lebih lanjut, dia mengingatkan kepada peserta webinar dan jamaah haji agar tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan sebaik-baiknya meski telah divaksinasi.

Hingga saat ini, belum ada jaminan seseorang yang divaksinasi kebal atas virus tersebut, mengingat kesempatan terpapar bisa terjadi di mana saja.

Eka lantas menyebut dalam kondisi kali ini setiap pihak masih menunggu pengumuman dari Kerajaan Arab Saudi. Terutama terkait berapa kuota yang akan diizinkan untuk berangkat.

Jika nantinya Arab Saudi mengizinkan Indonesia memberangkatkan jamaahnya, berapapun kuota yang diberikan, Kemenkes disebut telah menyiapkan sejumlah arahan. Salah satu yang disiapkan adalah standardisasi karantina kesehatan.

Dalam arahan tersebut, ditetapkan setiap kamar yang digunakan di asrama haji harus memiliki kamar mandi di dalam. Tak hanya itu, jika ingin menggunakan kamar hotel, ada beberapa syarat yang harus dipatuhi. Arahan-arahan ini nantinya akan disampaikan ke Kemenag maupun PIHK.

"Karantina wajib dilakukan. Karena saat terjadi infeksi pertama, masa inkubasi virus itu lima hingga enam hari. Karantina ini bukan untuk mempersulit, karena ini sesuai protokol yang diadopsi secara internasional," ucap Dr Eka.

Penyusunan protokol rujukan jamaah haji jika terkonfirmasi Covid-19 saat di embarkasi dan di Arab Saudi juga disebut telah selesai dilakukan. Penyiapan obat dan alat kesehatan (alkes) serta sarana atau fasilitas kesehatan di Arab Saudi disebut tak ketinggalan telah dibahas. (ihram.co.id)

Share Berita ini :

   