KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Pendirian Klinik Haji dan Umroh di RSUP DR. Tajuddin Chalid Makassar Diharapkan Membantu Pemerintah Berikan Pelayanan Kesehatan Haji Lebih Baik

 Selasa, 23 November 2021
 Puskeshaji

Puskes Haji, Makassar - Rumah Sakit Tajuddin Chalid Makassar, Sulawesi Selatan mengadakan Simposium Penguatan Peran Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medis di Rumah Sakit dalam Mengantisipasi Lamanya Masa Tunggu Jemaah Haji dan Soft Opening Klinik Pembinaan Kesehatan Haji dan Umroh Integratif RSUP DR. Tajuddin Chalid Makassar pada hari Selasa, 23 November 2021. Acara yang dibuka secara resmi oleh Direktur RSUP DR. Tajuddin Chalid Makassar Prof. dr. Mansyur Arif, Ph.D, Sp.PK(K), M.Kes dilanjutkan dengan sambutan dari ketua umum PB PERDOSRI Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR(K). Acara yang berlangsung secara tatap muka (offline) dan dalam jaringan (online) ini diikuti oleh staf RSUP DR. Tajuddin Chalid Makassar dan beberapa undangan lainnya melalui virtual Zoom Cloud Meeting. Puncak acara adalah keynote speech Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof. Dr. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL(K), MARS, dengan judul, “Pemberdayaan Rumah Sakit Dalam Pelayanan dan Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji dalam Masa Tunggu.” Acara dilanjutkan dengan soft launching Klinik Haji dan Umrah RSUP DR. Tajuddin Chalid Makassar dan penayangan video/live record ruang klinik haji umroh.

Acara dilanjutkan paparan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji Umrah Kementerian Agama, Prof. Hilman Latief, S.Ag, MA, Ph.D dengan judul, “Peran KBIH dalam Pembinaan Manasik Haji Komprehensif”. Acara kemudian dilanjutkan paparan Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, MARS dengan judul “Regulasi Kemenkes dalam Pemberdayaan Rumah Sakit sebagai Rujukan Kesehatan Jemaah Haji.”

Dalam paparannya Budi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur RSUP DR. Tajuddin Chalid Makassar Prof. dr. Mansyur Arif, Ph.D, Sp.PK(K) yang telah menginisiasi pendirian klinik haji dan umroh di RSUP DR. Tajuddin Chalid Makassar. Diharapkan dengan pendirian klinik haji dan umroh ini dapat membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi jemaah haji.

Indonesia adalah negara terbesar pengirim Jemaah Haji ke Arab Saudi dengan kurang lebih 221.000 jemaah haji yang dikirim ke Arab Saudi, dengan masa tunggu yang panjang rata-rata 20 tahun. Berdasarkan data dalam SISKOHATKES didapatkan data sebagai berikut:
1. 34% Jemaah Haji berusia ≥ 60 tahun (2020).
2. 48% Jemaah berpendidikan SLTA ke bawah (2020).
3. 68.01% Jemaah risti kesehatan (2020).
4. 6.094 jemaah sakit yang dirawat di Arab Saudi (2019).
5. 453 jemaah wafat di Arab Saudi (1.96‰) (2019).

Oleh sebab itu diperlukan edukasi kesehatan kepada Jemaah haji yang berfungsi untuk merubah pola pikir dan paradigma Jemaah haji sejak dari Indonesia, di Arab Saudi sampai kembali lagi ke tanah air melalui Manasik Kesehatan Haji yang terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).

Acara terakhir yaitu paparan ketua Umum PERDOKHI Dr.dr. Muh Ilyas, Sp.PD, Sp.P dengan judul Peranan PERDOKHI dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Jemaah Haji. Acara ditutup dengan diskusi dan tanya jawab baik secara offline dan online dari peserta yang hadir kepada para narasumber.

Penulis : dr. Ade Irma Rosiani, MKM
Editor : TeBe Margono

 

Share Berita ini :

   