KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori
BERITA VIDEO
Video Apa Itu Tanazul?


Jum'at, 28 Agustus 2020

Video Tutorial Senam Haji Sehat


Kamis, 20 Agustus 2020

Lihat Berita Video Lainnya

Cegah Kantor Jadi Klaster, Sarankan Pegawai Jadi Satgas

 Sabtu, 08 Agustus 2020
 Puskeshaji

Jakarta, 8 Agustus 2020 - Laporan data pada akun twitter@BNPB, sampai dengan 8 Agustus 2020 tercatat ada 2.277 kasus baru, sehingga total kasus virus Corona di Indonesia menjadi 123.503 orang. Kini penyebaran virus corona di Indonesia telah tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Banyak tempat yang menjadi klaster penyebaran covid-19 antara lain tempat kerja.

Meningkatnya klaster Corona di perkantoran pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi keprihatinan Kepala Pusat Kesehatan Haji. Untuk mencegah terjadinya klaster di kantor Pusat Kesehatan Haji, dr. Eka Jusup Singka melakukan rapat koordinasi dengan seluruh staf Pusat Kesehatan Haji. Rapat yang diselenggarakan pukul 20.00- 22.00 WIB dilakukan melalui Zoom Meeting dengan membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh semua staf Pusat Kesehatan Haji.

Selaku Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka mengimbau kepada semua staf untuk kembali mentaati protokol kesehatan. “Berperilaku hidup bersih dan sehat itu tidak hanya di tempat kerja, tetapi dilakukan juga di rumah, dan di jalan. Karena tidak ada yang tahu di mana seseorang terkena Corona, apakah di kantor, atau di jalan, atau di rumah," ucapnya. Lebih lanjut Eka mengatakan bahwa kantor bisa menjadi klaster Corona jika para pegawai Pusat Kesehatan Haji tidak menerapkan protokol kesehatan saat berada di area publik. “Akibat perilaku yang tidak taat, lalu pegawai bekerja ke kantor maka pegawai lainnya bisa terinfeksi.” ungkapnya dalam Zoom Meeting, Jakarta, Sabtu (08/08/20).

Lanjutnya, Eka menjelaskan ada tiga variabel yang dapat membentuk klaster penyebaran Corona yaitu orang, tempat dan waktu. Lalu apa yang harus dilakukan agar kantor Pusat Kesehatan Haji tidak menjadi klaster penyebaran Corona? Menurut Eka, semua pegawai harus menggunakan masker selama di kantor, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, juga disarankan membawa bekal serta peralatan makanan dan minuman masing-masing, banyak makan buah dan sayur, vitamin, dan olah raga teratur. Lama waktu bekerja juga perlu diatur, agar masa potensi terpaparnya menjadi lebih sempit. Pengaturan pegawai yang masuk kantor juga penting untuk mengurangi kepadatan di kantor sehingga bisa menjaga jarak.

Dalam kaitannya dengan tempat, Eka meminta sterilisasi ruangan kantor ditambah, semua satu kali dalam seminggu menjadi 2 kali dalam seminggu. “Pastikan sirkulasi udara kantor juga bagus, jaga lantai, tempat meja dan kursi dalam keadaan bersih” katanya.

“Boleh saja pegawai takut terkena infeksi Covid-19 namun jangan sampai ketakutan. Kalau takut maka laksanakan protokol kesehatan dan harus saling mengingatkan meskipun dengan atasannya jika ada pegawai yang tidak mematuhi protokol kesehatan” jelasnya. Eka berharap meskipun telah dilakukan pelonggaran PSBB Kemenkes cq Puskeshaji tidak menjadi klaster tersendiri. (Rat*).

Share Berita ini :

   