KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori
BERITA VIDEO
Video Apa Itu Tanazul?


Jum'at, 28 Agustus 2020

Video Tutorial Senam Haji Sehat


Kamis, 20 Agustus 2020

Lihat Berita Video Lainnya

Pedoman Kesehatan Haji dan Umrah di Masa Pandemi Covid-19

 Jum'at, 07 Agustus 2020
 Puskeshaji

Jakarta, 7 Agustus 2020 - Berdasar UU Nomor 8 tahun 2019, Pemerintah Indonesia diberikan tugas untuk melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah haji. Kementerian Kesehatan diberi amanah untuk melakukan pelayanan kesehatan sebelum, selama dan setelah melakukan ibadah haji.

Tahun 2020, pemerintah Indonesia tidak memberangkatkan Jemaah haji ke Arab Saudi karena adanya pandemi Covid-19 di dunia. Untuk melindungi dan mengantisipasi kemungkinan Jemaah haji terkena Covid saat menjalankan ibadah haji maka perlu disusun pedoman kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka dalam acara Penyusunan Pedomaan Kesehatan Haji di Masa Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan di hotel Santika Depok tanggal 5 -7 Agustus 2020 menegaskan bahwa protokol kesehatan Haji dan Umrah harus dilaksanakan bersama-sama oleh semua stakeholder untuk melindungi para jemaah.

Dalam pola kehidupan New Normal ini para stakeholder harus memahami dan menyikapi peristiwa Covid-19. Eka menambahkan, “Jika sudah ada vaksin yang efektif untuk mencegah Covid-19, maka penyelengaraan Haji dan Umrah yang merupakan waktu berkumpulnya umat islam akan lebih aman.”

Mencermati hal tersebut di atas, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Haji dr. Indro Murwoko mengatakan, “Penyusunan pedoman kesehatan haji dan umrah ini ditujukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan sebagai persiapan untuk penyelenggaraan haji tahun 1442 H/ 2021 M. Untuk itu diharapkan semua komponen masyarakat untuk menyadari dan mematuhi aturan dan mekanisme yang ada. Baik kita sebagai penyelenggara ibadah haji dan umroh sedapat mungkin sebagai teladan dan lebih lebih bagi para calon jemaah haji.”

Harus disadari oleh kita semua bahwa sehat itu mahal dan mecegah kesehatan itu lebih baik dari pada mengobati. Akan tetapi sambil menunggu vaksin di temukan pusat kesehatan haji menyiapkan pedomaan kesehatan masyarakat atau public health.

“Semua protokol kesehatan masyarakat saat ini perinsipnya sama. Akan tetapi aktivitas masyarakat yang akan menjalankan ibadah haji atau umrah ini memiliki rangkaian kegiatan yang mesti diperhatikan, mulai dari rumah kemudian embarkasi, dalam penerbangan, kemudian pemondokan di Arab. Diharapkan para jamaah mendapatkan informasi hal-hal yang boleh dan tidak dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut,” tandas Indro.

Beliau juga memastikan setelah pedoman ini selesai disusun akan segera dicetak dan disebarkan melalui semua jaringan kesehatan baik di dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota dan sampai ke para jamaah di wilayah indonesia. Pedoman nantinya bisa diakses di media sosial supaya mudah diakses oleh semua pihak yang berkepentingan dengan kegiatan haji dan umrah. (HAR)

Share Berita ini :

   