KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori
BERITA VIDEO
Video Apa Itu Tanazul?


Jum'at, 28 Agustus 2020

Video Tutorial Senam Haji Sehat


Kamis, 20 Agustus 2020

Lihat Berita Video Lainnya

Kapuskeshaji: Kesuksesan Penyelenggaraan Haji Tahun 2020 oleh Pemerintah Arab Saudi Patut Menjadi Contoh

 Rabu, 05 Agustus 2020
 Puskeshaji

Depok, 5 Agustus 2020 - Kesuksesan Penyelenggaraan Haji Tahun 2020 oleh Pemerintah Arab Saudi patut menjadi contoh. Hal tersebut dinyatakan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc dalam acara Pertemuan Penyusunan Pedoman Pencegahan COVID-19 dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji.

“Jemaah haji pada tahun 2020 adalah jemaah dengan Istithaah kesehatan, Jemaah harus sehat dengan hasil Swab PCR negatif. Selain itu Jemaah yang berangkat usia dibawah 50 tahun,” kata Eka di acara yang digelar Pusat Kesehatan Haji di Hotel Santika, Depok, Rabu - Jum’at (5 - 7 Agustus 2020).

Ia menambahkan selain jumlah yang dibatasi 1000 orang dan usia dibawah 50 tahun, Pemerintah Arab Saudi berhasil mengatur Jemaah haji dalam menjalankan protokol kesehatan. “Perilaku Jemaah haji tahun 2020 sangat mematuhi kebijakan Pemerintah Arab Saudi,” kata Eka.

Eka berharap perilaku jemaah haji Indonesia juga mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, seperti selalu memakai masker, jaga jarak (physical distancing) dan selalu mencuci tangan.

Seperti diketahui Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi lebih dari 200 negara dan lebih dari 18 juta kasus telah berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pandemi Coronavirus ini mempengaruhi penyelenggaraan ibadah haji, yang merupakan pilar kelima dari Lima Rukun Islam, di mana jutaan Muslim dari seluruh dunia mengunjungi Kota Mekkah dan Madinah setiap tahun selama musim haji. Lebih dari 2.4 juta jemaah haji menghadiri haji pada tahun 2019. Pada bulan Maret 2020, Pemerintah Arab Saudi mengambil tindakan serius dengan menghentikan aktivitas ibadah umrah, karena sifat COVID-19 yang sangat menular di tempat-tempat ramai, pembatasan penerbangan di banyak negara, dan tidak tersedianya vaksin untuk melawan virus.

Demi kesehatan dan keselamatan Jemaah haji Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama pada tanggal 2 Juni 2020 resmi membatalkan keberangkatan seluruh Jemaah haji tahun 2020 dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 494 Tahun 2020. Namun pada 23 Juni 2020, kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan bahwa orang-orang yang tinggal di Arab Saudi diizinkan untuk melakukan haji. Kementerian Haji dan Umrah Saudi memberlakukan pembatasan pada jenis jamaah haji yang dapat melakukan ibadah haji pada tahun 2020, termasuk melarang jamaah haji yang lebih tua untuk melakukan haji dalam jumlah terbatas, sejumlah 1000 orang, Semua hal ini untuk memastikan keamanan dan untuk mencegah penularan COVID-19.

Berdasarkan Permenkes 62 tahun 2016 tentang Penyelengaraan Ibadah Haji tujuan penyelenggaraan ibadah haji mencapai kondisi Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, mengendalikan faktor risiko kesehatan haji, menjaga agar Jemaah Haji dalam kondisi sehat selama di Indonesia, selama perjalanan, dan Arab Saudi,mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar dan/atau masuk oleh Jemaah Haji dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, beberapa negara sedang melakukan riset untuk menemukan vaksin sehingga masyarakat dunia dihadapkan pada kenyataan untuk mempersiapkan diri hidup berdampingan dengan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. Demikian juga Ibadah haji dan umrah, tetap diselenggarakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. “Oleh karena itu diperlukan pedoman dalam pencegahan COVID-19 bagi Jemaah haji dan umrah agar dapat menjalankan ibadah sesuai syariat Islam,“ kata Eka (ENN)

 

Share Berita ini :

   