KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori
BERITA VIDEO
Video Apa Itu Tanazul?


Jum'at, 28 Agustus 2020

Video Tutorial Senam Haji Sehat


Kamis, 20 Agustus 2020

Lihat Berita Video Lainnya

Jemaah Haji Blora Mengikuti Pembinaan Kesehatan di Masa Pandemi

 Sabtu, 15 Agustus 2020
 Puskeshaji

Blora, 15 Agustus 2020 - Bertempat di Aula Rumah Dinas Bupati Blora (Pendopo Blora) Pusat Kesehatan Haji menggelar Sosialisasi Haji Sehat (SHS) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. Kegiatan ini diikuti 150 jemaah haji di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah dengan mengadaptasi kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19 yaitu dengan mengukur suhu tubuh Jemaah haji, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak (physical distancing).

Kegiatan SHS diawali pengukuran kebugaran Jemaah Haji dengan metode Rockport, yaitu berjalan kaki sejauh 1,6 km di alun-alun kota. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan selama masa tunggu keberangkatan dan saat ibadah nanti. Jemaah haji yang mengikuti kegiatan ini adalah jemaah haji yang rencananya akan diberangkatkan tahun 2020.

Acara dibuka oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho. Dalam arahannya beliau mengajak jemaah haji untuk menjadi contoh dalam menjaga kesehatan termasuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan yang dianjurkan Pemerintah tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa kedisiplinan masyarakat,” pungkasnya.

Dilanjutkan dengan sambutan Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Edi Wuryanto, SKep, MKep. “DPR RI bermitra dengan Pusat Kesehatan Haji Kemenkes untuk mengawal kesehatan jemaah haji agar mencapai status istitaah. Penundaan keberangkatan jemaah haji oleh Pemerintah demi kesehatan dan keselamatan jemaah haji,” katanya.

Sementara itu dari Pusat Kesehatan Haji yang diwakili dr Mohammad Imran, MKM. Dalam sambutannya Imran menyampaikan bahwa jemaah haji agar selalu menjaga kesehatan dengan mengikuti kegiatan pembinaan di sekitar tempat tinggalnya. Pembinaan di masa pandemi COVID-19 harus tetap dilaksanakan dengan mengadaptasi kebiasaan baru.

“Bagi jemaah haji yang memiliki penyakit dan faktor risiko agar berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara berkala,” pungkasnya.

Pada akhir acara, diserahkan paket bantuan secara simbolis berupa sabun cair, hand sanitizer, dan sembako kepada perwakilan Jemaah Haji. Selain itu, diserahterimakan pula tempat cuci tangan portabel dan alat pengukur suhu (thermogun) dari Pusat Kesehatan Haji kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. (AH)

Share Berita ini :

   