KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori

Puskeshaji Susun Analisis Beban Kerja Untuk Antisipasi Penyelengaraan Kesehatan Haji 2020-2024

 Rabu, 29 Juli 2020
 Puskeshaji

Jakarta, 29 Juli 2020 - Bergesernya paradigma birokrasi yang gemuk menuju birokrasi yang miskin struktur namun kaya fungsi maka semakin terbuka bagi PNS untuk mengembangkan kariernya pada jabatan-jabatan fungsional, terutama Jabatan Fungsional Tertentu (JFT). Namun dari sekian banyaknya JFT yang tersedia terkadang justru membingungkan PNS yang bersangkutan, terutama dalam memilih dan menetapkan JFT yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Dalam upaya peningkatan kesiapan menghadapi era tersebut, Pusat Kesehatan Haji menyelenggarakan pertemuan penyusunan draft Analisis Beban Kerja (ABK). Penyusunan ABK juga dimaksudkan untuk menghadapi penyelenggaraan kesehatan haji 2020-20204 yang tantangannya tentu semakin kompleks. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 27-29 Juli 2020 bertempat di Depok dan Bekasi yang dihadiri seluruh pejabat fungsional Pusat Kesehatan Haji.

Rangkaian kegiatan diawali dengan arahan Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc selaku Kepala Pusat Kesehatan Haji. Dalam arahannya Kapuskeshaji menyampaikan “Jabatan fungsional menjadi harapan kita semua, seluruh staf harus meningkatkan diri kompetensinya, fahami tujuan dan tupoksi organisasi agar saudara-saudara dapat bekerja dengan arah yang benar, kuatkan koordinasi dan kerjasama baik internal kelompok jabfung maupun antar kelompok jabfung agar terjalin kolaborasi yang kuat.”

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ruswandi yang menyampaikan cara menyusun ABK. Dalam materi tersebut, dijelaskan bagaimana menghitung beban kerja pada setiap jabfung. Tidak hanya melalui materi, untuk mengasah kemampuan peserta diberikan pula praktik secara langsung membuat ABK. Peserta pertemuan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai peminatan jabatan fungsional. Selanjutnya masing-masing kelompok melakukann presentasi hasil penyusunan draft ABK di hadapan seluruh peserta. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan ini. Menurut Imron selaku ketua Panitia, setelah tersusun rancangan ABK akan dilanjutkan pembahasan dengan lintas program dan sektor untuk mendapat tanggapan terhadap rancangan tersebut.

Kegiatan penyusunan ABK JFT ini mendapat apresiasi Kepala Pusat Kesehatan Haji, dan juga mendapat kesan positif dari para peserta. Acara ditutup oleh Rahmat Kurniadi selaku Kepala Bagian Tata Usaha. “Kegiatan yang telah dilaksakan selama 3 hari telah mampu menyusun rancangan ABK Pusat Kesehatan Haji untuk mengantisipasi perubahan SOTK dan pelaksanaan pembangunan kesehatan khususnya dalam penyelenggaraan kesehatan haji pada periode 2020-2024” demikian salah satu kesimpulan yang disampaikan Rahmat pada penutupan acara. (Rat*)

 

Share Berita ini :

   