KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori
BERITA VIDEO
Video Apa Itu Tanazul?


Jum'at, 28 Agustus 2020

Video Tutorial Senam Haji Sehat


Kamis, 20 Agustus 2020

Lihat Berita Video Lainnya

Ibadah Haji Dimulai Hari Ini, 1.000 Jemaah Tarwiyah di Mina

 Rabu, 29 Juli 2020
 Puskeshaji

Jakarta, 29 Juli 2020 - Sekitar 1.000 jemaah berkumpul di Lembah Mina, Mekah, Arab Saudi, Rabu (29/7) untuk memulai rangkaian ibadah haji. Mereka melaksanakan ibadah Tarwiyah sebagai tanda dimulainya perjalanan haji.

Tarwiyah adalah berdiam di Mina sebelum menuju Arafah. Tidak ada ritual besar sehingga para jemaah akan menghabiskan waktu hingga Kamis esok.

Seperti dikutip dari Arab News, Mina yang berjarak 7 km dari Masjidil Haram, biasanya menampung sedikitnya 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia yang tinggal di tenda-tenda. Tidak heran Mina mendapat julukan kota tenda.

Namun, jemaah haji tahun ini dibatasi karena pandemi virus corona. Hanya warga Saudi atau warga asing yang sudah berada di negara kerajaan itu yang dibolehkan berhaji. Dari 1.000 jemaah, sekitar 700 di antaranya adalah ekspatriat.

Jemaah yang diizinkan beribadah tahun ini hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan tidak mempunyai penyakit bawaan.

Seluruh jemaah yang telah memenuhi syarat, melakukan karantina mandiri sepekan sebelum memulai proses ibadah haji. Mereka melakukan pemeriksaan corona sesaat sebelum memasuki kota suci Mekah.

Seluruh jemaah haji pun patut menerapkan jaga jarak selama melaksanakan kegiatan. Setelah proses ibadah haji selesai, jemaah diwajibkan melakukan karantina mandiri lagi.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi telah menetapkan protokol di seluruh lokasi pelaksanaan ibadah haji. Termasuk melarang jemaah menyentuh Kakbah dan Hajar Aswad.

Baik jemaah maupun pemandu semuanya harus diperiksa suhu tubuh di setiap lokasi pelaksanaan haji. Masker dan perlengkapan pelindung wajah harus selalu dipakai.

Sementara untuk di Arafah dan Muzdalifah, dipastikan tidak lebih dari 10 jemaah yang berada di dalam tenda berukuran 50 meter persegi.

Untuk lontar jamrah, tidak lebih dari 50 jamaah per kelompok yang masuk ke lokasi. Dan batu kerikil yang digunakan didesinfeksi lebih dahulu. "

Tidak ada masalah terkait keamanan dalam pelaksanaan haji ini, tetapi kami melakukan itu untuk melindungi jemaah dari bahaya pandemi virus corona," kata Direktur Keamanan Publik Arab Saudi, Khalid bin Qarar Al-Harbi. (CNN Indonesia)

Share Berita ini :

   