KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori
BERITA VIDEO
Video Apa Itu Tanazul?


Jum'at, 28 Agustus 2020

Video Tutorial Senam Haji Sehat


Kamis, 20 Agustus 2020

Lihat Berita Video Lainnya

Arab Saudi Apresiasi Indonesia yang Dukung Kebijakan Haji 2020

 Sabtu, 27 Juni 2020
 Puskeshaji

Jakarta, 26 Juni 2020 - Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi dukungan yang diberikan Indonesia di dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441 H.

Menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi, Indonesia termasuk negara yang pertama kali mendukung keputusan Saudi.

Bahkan, Indonesia telah membatalkan pemberangkatan calon jemaah ke Tanah Suci guna menghindari penularan virus corona di antara jemaah.

"Indonesia telah lebih dulu mengumumkan untuk membatalkan kebarangkatan jemaah haji. Saat ini, kita apresiasi Indonesia dan Menag karena yang pertama mendukung keputusan Saudi dalam membatasi haji," kata Essam usai bertemu Menteri Agama Fachrul Razi, Jumat (26/6/2020).

Menurut Essam, pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh negara, membuat Saudi bersikap untuk meniadakan keberangkatan haji dari seluruh negara.

Keputusan itu ditetapkan pada 21 Juni lalu. Meski demikian, ibadah haji pada tahun ini tetap diselenggarakan dengan jumlah jemaah terbatas.

Jemaah haji tahun ini hanya dibatasi untuk Warga Negara Saudi dan Warga Negara asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi.

Ia menambahkan, penyelenggaraan ibadah haji seperti pada tahun-tahun sebelumnya berpotensi memunculkan kerumunan. Bahkan ada momen saat jutaan umat berkumpul pada satu titik.

Hal itulah yang kemudian dikhawatirkan berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Itu berpotensi masalah. Keputusan membatasi jemaah haji, demi keselamatan masyarakat," jelasnya.

Lebih jauh, ia mengatakan, sejak Maret 2020, Saudi telah melakukan kajian terhadap penyelenggaraan haji tahun ini.

Saudi pun telah meminta kepada negara-negara yang hendak memberangkatkan calon jemaah haji untuk tidak tergesa-gesa dalam membuat kontrak.

Menurut dia, masalah haji sangat berkait dengan pembiayaan dan proses lainnya, sehingga keputusan penundaan kontrak diambil sejak awal agar tidak ada dampak yang timbul di kemudian hari.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah, saya menyampaikan apresiasi atas sikap dan dukungan Indonesia terhadap keputusan Saudi membatasi jemaah haji tahun ini," kata dia. (Kompas.com)

Share Berita ini :

   