KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Pesan Kapuskeshaji kepada TKHI Embarkasi LOP

 Senin, 09 Maret 2020
 Puskeshaji

Mataram,  9 Maret 2020 - Bertempat di Ruang Anggrek Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram. 30 orang calon Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Embarkasi Lombok (LOP), terdiri dari 10 orang dokter dan 20 orang perawat, mengikuti dengan seksama paparan Kebijakan Penyelenggaraan Kesehatan Haji yang disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc.

Dalam paparannya, Eka menyampaikan pesan-pesan kesehatan antara lain :

  • Luruskan niat untuk menjadi pelayan Tamu Allah, karena Tugasku Ibadahku, sehingga TKHI boleh melakukan ibadah dan berhaji, tetapi gayanya jangan seperti Jemaah Haji. Karena tugas yang paling utama adalah memberikan pelayanan kesehatan bagi Jemaah Haji Indonesia.
  • Sebelum berangkat bertugas sebagai TKHI ke Arab Saudi, dianjurkan untuk memberikan sedekah kepada anak yatim, dan diniatkan agar Allah SWT memberikan kelancaran dan kemudahan dalam melakukan tugas sebagai TKHI di Arab Saudi.
  • Selalu lakukan pengendalian faktor risiko kesehatan pada Jemaah Haji, 2 faktor risiko utama pada Jemaah Haji saat di Arab Saudi antara lain kelelahan dan dehidrasi. Untuk itu Eka menghimbau kepada seluruh TKHI agar terus melakukan upaya promotif dan preventif bagi Jemaah Haji, seperti menganjurkan agar Jemaah Haji sarapan sebelum melakukan aktifitas Ibadah atau sebelum ke luar dari pondokan, kemudian anjurkan kepada Jemaah Haji untuk istirahat yang cukup, minum air setiap 2 jam sebanyak 600 ml untuk mencegah dehidrasi mulai jam 8, 10, 12, 14 dan 16 WAS, bawa kurma ditas passport untuk mencegah kelaparan, perbanyak makan sayur dan buah-buahan, serta hindari aktifitas fisik yang berlebihan.
  • Jangan mencari obat yang tidak ada mereknya, karena semua obat telah dibeli oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sebanyak kurang lebih 64 ton, sehingga dianjurkan untuk meminta obat dengan nama generik yang telah ada dalam Formularium Obat Haji.
  • Jangan membuka jam praktek di kloter, karena tugas TKHI selama 24 jam untuk melayani Jemaah Haji Indonesia.
  • Doakan pada saat Thawaf, agar seluruh Jemaah Haji Indonesia agar diberikan kesehatan dari Allah SWT dalam menjalankan Ibadah haji.
  • Apabila ada Jemaah Haji yang lansia dan sakit maka sebaiknya dibadalkan untuk melontar jumrah.
  • Saat memasuki Arafah saat Armina selalu membaca La Hawla WalaQuwatta Illabillah.
  • Jangan selfie dengan unta, agar terhindar dari MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome – Corona Virus).
  • Bagikan oralit kepada Jemaah Haji untuk mencegah terjadinya dehidrasi, dan mengganti cairan elektrolit yang hilang.
  • Jadilah orang yang amanah dalam menjalankan tugas sebagai TKHI di Tanah Haram itulah keutamaan yang tidak semua orang mendapat kesempatan ini.
  • Ikhtiar dalam kesehatan haji adalah semaksimal mungkin melakukan pengendalian faktor risiko, karena istithaah atau tidaknya Jemaah Haji tidak menentukan kematian pada Jemaah Haji tapi yang terpenting adalah ikhtiar yaitu pengendalian faktor risiko.
  • Faktor determinan yaitu faktor-faktor sosial yang dapat menyebabkan kesakitan pada Jemaah Haji seperti bis yang AC nya mati, pondokan yang letaknya jauh, dll.
  • Lakukan 5 level of prevention bagi Jemaah Haji antara lain:
    a. Health promotion (promosi kesehatan) dengan melakukan penyuluhan terus menerus kepada Jemaah Haji.
    b. Spesific protection (perlindungan khusus), dengan menganjurkan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, payung, kacamata, semprotan dan sandal serta membawa kantong kresek untuk tempat sandal tersebut, dan jangan menitipkan sendal tersebut kepada Jemaah Haji lain.
    c. Early diagnostic and promt treatment (diagnosis dini dan pengobatan dengan cepat dan tepat)
    d. Disability limitation (pembatasan kecacatan)
    e. Rehabilitation (rehabilitasi).
  • Bangun jejaring kerja dengan Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah Haji, Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (Karu) agar dapat melakukan penyuluhan kepada Jemaah Haji secara terus menerus untuk menjaga dan mempertahankan status kesehatan Jemaah Haji serta mengendalikan faktor risiko kesehatan pada Jemaah Haji di kloternya masing-masing.
  • Pusat Kesehatan Haji setiap tahun selalu mempersiapkan 4 hal:
    a. Jemaah Haji yang Istithaah.
    b. Petugas kesehatan yang SHAR’I (Sigap, Handal, Amanah, Responsif, Inovatif).
    c. Sarana dan prasarana, logistik seperti vaksin dan obat-obatan serta perbekalan kesehatan (Perbekkes).
    d. Strategi Operasional Kesehatan Haji. (AB)
 

Share Berita ini :

   