KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Puskeshaji Keluarkan Surat Edaran Mempelancar Pelunasan BPIH

 Jum'at, 20 Maret 2020
 Puskeshaji

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka mengeluarkan surat edaran tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Pembinaan Kesehatan dan Pemberian Vaksinasi Bagi Jamaah Haji. Surat edaran Nomor: HK.02.03/1/954/2020 bertujuan untuk memperlancar dan mempermudah proses pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

"Salah satu persyaratan untuk dapat melaksanakan ibadah haji sebagaimana disebutkan dalam pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah adalah memenuhi persyaratan kesehatan," kata Eka Jusup Singka kepada Republika, Kamis (19/3).

Eka melanjutkan, persyaratan kesehatan tersebut diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jamaah Haji dan surat edaran Menteri Kesehatan No.HK.02.01/ MENKES/33/2020 tentang Kategori Sakit Permanen Dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji. Hal ini juga kata Eka, sesui dengan surat edaran Menteri Agama No.20002 Tahun 2020 tentang Pelimpahan Nomor Porsi ja Jamaah Haji, ketika menemukan jamaah haji yang tidak memenuhi syarat istitha'ah kesehatan haji.

"Oleh sebab itu kami sampaikan kepada seluruh dinas kesehatan kabupaten dan kota dan Dinas Kesehatan Provinsi serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk tetap melaksanakan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan haji sesuai ketentuan," katanya.

Eka memastikan, pemeriksaan dan pembinaan kesehatan haji adalah penting dalam menyiapkan keberangkatan jamaah haji. Sehingga, tidak perlu dilakukan penundaan terhadap pemeriksaan pembinaan serta pemberian vaksinasi kepada jamaah haji.

Eka menyampaikan, surat edaran ini bertujuan untuk memperlancar dan mempermudah proses pelunasan (BPIH) yang selaras dengan keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama No 160 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran BPIH reguler tahun 1440 H/2020 M.

"Kita ketahui bersama bahwa dalam proses visa jamaah haji sangat menentukan hasil pemeriksaan dan vaksinasi bagi jamaah haji," katanya.

Untuk itu, bagi bakal calon jamaah haji yang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan dan masuk dalam kategori sakit permanen untuk segera diusulkan penggantinya sesuai dengan surat edaran Menteri Agama No.20002 tahun 2020 tentang Pelimpahan Nomor Porsi Haji.

Telah tampil sebelumnya di Ihram.co.id

 

Share Berita ini :

   