KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori

Tetap Bugar di Usia 90 Tahun, Jemaah Haji Sleman Mengikuti Sosialisasi Haji Sehat

 Sabtu, 14 Maret 2020
 Puskeshaji

Sleman, 14 Maret 2020 – Sosialisasi Istithaah Kesehatan Jemaah Haji diselenggarakan pada Sabtu (14/03) di Aula Bappeda Sleman. Kegiatan dibuka oleh Bupati Sleman, H. Drs. Sri Purnomo, M.Si, dalam sambutannya Sri Purnomo mengatakan Istithaah Haji mencakup beberapa hal; Istithaah membayar, istithaah kesehatan, dan Istithaah situasi keamanan. Istithaah kesehatan harus dilatih sejak sekarang dengan melatih fisik 30 menit setiap hari.

Jemaah haji yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 144 jemaah yang berasal dari Kecamatan Melati dan Sleman Kabupaten Sleman. Sosialisasi diawali dengan pendaftaran peserta dan dilanjutkan perengangan serta lari-lari kecil, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jantung dan paru Jemaah haji berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur. Pengukuran Kebugaran dilakukan dengan metode Rockport, yaitu lari kecil sejauh 1,6 km.

Kepala Bidang Pembimbingan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji Kemenkes RI, dr. Halimatussadiah, MKM, menyampaikan agar jemaah haji mulai berangkat sampai pulang haji selalu dalam keadaan sehat. “Pengukuran kebugaran yang dilakukan ini sebagai indikator kesehatan dan menjadi modal utama dalam menghadapi kondisi yang berbeda di Arab Saudi. Oleh sebab itu perlu selalu menjaga kesehatan dengan makanan bergizi, istirahat cukup, hindari aktivitas yang berlebihan” ujar Diah.

Berdasarkan data Siskohatkes Kabupaten Sleman per (12/3) terdapat Jemaah haji dengan kategori istithaah kesehatan haji sebanyak 623, istithaah dengan pendampingan 488, dan tidak istithaah sementara 4 dan yang tidak istithaah 4 orang. 

Disampaikan Diah bahwa, “pertemuan sosialisasi merupakan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, sektor kesehatan dan masyarakat. Di masa tunggu ini diharapkan bapak ibu dapat menjaga kesehatannya, makanan bergizi, istirahat yang cukup, masa keberangkatan ini menjadi critical time, bisa saja dari yang istithaah tadinya kalau tidak ada upaya menjaga kesehatannya bisa menjadi tidak istithaah kesehatannya, nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut lagi di embarkasi untuk menentukan laik terbang atau tidaknya. Besar harapan kami Bapak dan Ibu sekalian berperan aktif dalam mengikuti pemeriksaan dan pembinaan kesehatan untuk mencapai istithaah kesehatan”. “Oleh karena itu tetap jaga kesehatan, istirahat cukup, dan saat di tanah suci nanti jangan memaksakan diri beribadah sunah, hindari kelelahan dan dehidrasi, agar bapak ibu kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.” cetusnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Yogyakarta, dr. Joko Hastaryo M.Kes dalam kegiatan Sosialisasi Haji Sehat ini menyampaikan jumlah Jemaah haji Kabupaten Sleman 1.119, pemeriksaan tahap II sudah dimulai dari bulan Februari sampai dengan awal Maret 2020, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan suntik vaksinasi meningitis serta influenza di RSUD Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Kepala Bidang P2PM Dinkes Sleman Yogyakarta, dr. Novita Krisnaeni, MPH menghimbau “Jemaah haji untuk makan makanan yang bergizi, hindari aktivitas yang berlebihan, lakukan perenggangan, terutama setelah perjalanan jauh, periksa kesehatan secara teraktur dan minum obat sesuai dengan jenis penyakit yang diderita, gunakan payung saat berada di luar pondokan, semprotkan air kewajah dan bagian tubuh yang terbuka menggunakan semprotan air (water spray), minum air putih/air zamzam sesering mungkin, gunakan masker, gunakan alas kaki jika berada diluar rungan, hindari kontak langsung dengan unta, seperti foto bersama unta dan minum susu unta langsung di peternakan, bagi wanita yang lagi haid dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mengatur haid saat ibadah haji berlangsung, jangan menahan buang air kencing dan tidak merokok, serta seringlah membaca doa untuk keselamatan.
Penyakit yang perlu diwaspadai dan diperhatikan bagi Jemaah haji seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Jantung, Penyakit Paru Menahun, ISPA, Diare, Kelelahan, Heat stroke, Virus-COV, Virus Zika. “imbuh Novita.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kabupaten Sleman Yogyakarta Drs. H. Sugito, MSi, menyampaikan manasik haji dan kebijakan terkait dengan kebijakan pemerintah terkait dengan pembayaran atau pelunasan kedua, Living cost diberikan secara utuh. “Makanan akan diberikan full dari 40 kali menjadi 50 kali (di Mekah), dan di Madinah sebanyak 18 kali. Manasik haji dilakukan sepanjang tahun, imbuhnya.

Tak kalah menariknya dalam kegiatan Sosialisasi Haji Sehat kali ini, semangat dan tertibnya pasangan kakek dan nenek (90 an tahun) mengikuti rangkai acara sampai selesai. “Kulo remen sanget derek kegiatan muniko, insya Allah saget ngelampai kegiatan rukun haji”, seruan semangat Kakek. (DSS)

Share Berita ini :

   