KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kementerian Kesehatan Menggandeng seluruh KBIH di Kabupaten Cirebon dalam Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji

 Minggu, 06 Desember 2020
 Puskeshaji

Cirebon, 6 November 2020 - Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan menggandeng seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan Calon Petugas Kesehatan Haji Tahun 2021 di Kabupaten Cirebon untuk melakukan pembinaan kesehatan sambil menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Kesehatan melaksanakan Pembinaan, Pelayanan dan Perlindungan kesehatan Jemaah Haji. Kementerian Kesehatan juga telah menetapkan peraturan yang mengatur tentang kesiapan kondisi kesehatan jemaah haji (Istithaah Kesehatan) melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016.

Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskes Haji), Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc. menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dan pembinaan jemaah haji menuju Istithaah dimulai sejak jemaah haji melakukan pendaftaran untuk berhaji.

Sebelum pelaksanaan Sosialisasi Haji Sehat atau SHS, Puskeshaji berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengadakan rapat dengan 33 KBIH, Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) se-Kabupaten Cirebon dan semua calon petugas kesehatan haji yang akan bertugas tahun 2021 untuk pelaksanaan pengukuran kebugaran pada jemaah haji di Kabupaten Cirebon.

Kepala Bagian Tata Usaha Puskeshaji, Rahmat Kurniadi, S.Sos, M. Kes dalam sambutannya pada rapat persiapan tersebut, mengatakan bahwa pembinaan kesehatan jemaah haji dengan melibatkan KBIH diharapkan lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan jemaah haji sebelum keberangkatan ke tanah suci. Oleh karena itu peran KBIH harus memberdayakan jemaah haji untuk berperan aktif dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Kegiatan ini dilaksanakan di KBIH Al Mabrur Kabupaten Cirebon dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan mengukur suhu tubuh sebelum masuk ruangan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak.

Ibadah haji merupakan ibadah fisik yang harus disiapkan dengan serius baik mental dan kesiapan fisik dari jemaah haji itu sendiri, sehingga dalam melaksanakan ibadah di tanah suci dapat berjalan dengan lancar.

Dalam pelaksanaan SHS di Kab. Cirebon ini, Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penyuluhan dan Pembimbingan Puskeshaji, dr. Muhammad Imran, MKM, menyampaikan jemaah haji harus mempersiapkan kondisi fisiknya dengan melaksanakan jalan kaki, jogging, senam atau aktifitas yang lain minimal seminggu 3-4 kali dengan durasi waktu 30 menit.

“Pengukuran kebugaran dapat dilaksanakan secara mandiri dengan menggunakan self assesment sebelum melakukan pengukuran kebugaran secara mandiri. Dalam menyiapkan kondisi fisik jemaah haji, KBIH diharapkan selalu berkoordinasi dengan calon petugas kesehatan haji (Tenaga Kesehatan Haji) tahun 2021” tambah Imran.

Pada kesempatan yang sama Kasubbid PSD dan Fasyankes Haji, M. Firdaus, ST, MT, M.Kes, memberikan pengarahan kepada calon petugas kesehatan haji tahun 2021 untuk meng-entry ke siskohatkes hasil pembinaan kesehatan jemaah haji yang sudah dilakukan.

Upaya yang dilakukan Pusat Kesehatan Haji ini bertujuan untuk melindungi seluruh jemaah haji Indonesia agar dapat melaksanakan ibadah haji di tanah suci tanpa gangguan masalah kesehatan. (SK)

Share Berita ini :

   