KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Focus Group Discussion Kesehatan Haji dan Masalah Keagamaan Kontemporer di Masa Covid-19

 Jum'at, 27 November 2020
 Puskeshaji

Puskeshaji, Jakarta - Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaji) Kementerian Kesehatan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar kegiatan "Focus Group Discussion Kesehatan Haji dan Masalah Keagamaan Kontemporer". Kegiatan digelar di Ballroom Hotel Century Park Senayan Jakarta tanggal 25 sampai dengan 27 November 2020 yang diikuti oleh utusan Majelis Ulama seluruh Indonesia, dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan serta pemeriksaan PCR swab pada peserta yang hadir.

Acara dibuka oleh Wakil Ketua Fatwa MUI Prof. H. Mohammad Amin Summa, MH, MA, MM, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih pada Kementerian Kesehatan berkat kerjasama yang baik antara Puskeshaji bersama MUI untuk menghasilkan Fatwa yang berhubungan dengan kesehatan haji dan produk vaksin yang akan dijadikan guidance bagi kaum muslimin dalam berhaji.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr. HM. Asrorun Niam Sholeh, MA, dalam laporan kegiatannya berharap pertemuan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari komitmen MUI untuk berkontribusi dalam memberikan panduan sekaligus pedoman keagamaan bagi masyarakat, secara lebih khusus dalam pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah pada kondisi wabah Covid-19. Diharapkan juga akan memperoleh pandangan dari aspek kesehatan melalui pihak yang memiliki kewenangan dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan agar maklumat yang terkait dengan masalah kesehatan bisa diperoleh secara komprehensif sehingga dalam pembahasan dan penetapan fatwa akan bisa lebih solid dari sisi investasi kesehatan dan agama, “Maka salah satu upaya memberikan perlindungan dalam bentuk upaya pencegahan adalah dengan memakai masker”, kata Niam.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Dr.dr. Eka Jusup Singka, M.Sc, mengatakan bahwa kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan MUI tentang penggunaan masker akan menghasilkan Fatwa yang akan digunakan bagi Jemaah saat berhaji dan umrah dalam masa pandemi. Sejak dibuka kembali perjalanan Umrah pada bulan November untuk Negara Indonesia dan Pakistan oleh pemerintah Arab Saudi, semua Jemaah umrah harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia dan di Arab Saudi, antara lain menunjukan hasil pemeriksaan swab negative 72 jam sebelum berangkat, karantina mandiri selama 3 hari saat tiba di Arab Saudi dan pemeriksaan PCR swab sebelum umrah.

Eka juga mengingatkan memakai masker penting untuk menjaga kesehatan dari debu, alergi dan partikel lain penyebab penyakit. Saat ini Puskeshaji sudah membuat poster-poster dan pedoman protokol kesehatan bagi Jemaah haji dan umrah. Eka mengharapkan dengan pertemuan Focus Group Discussion Fiqih Kontemporer antar Puskeshaji dan MUI, akan menjawab dan mencari solusi serta mengeluarkan Fatwa berdasarkan Alquran dan Hadist. (SD, ZL)

 

Share Berita ini :

   