KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Permenkes Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi akan menjadi Acuan bagi Petugas Kesehatan Haji

 Senin, 02 November 2020
 Puskeshaji

Depok, 2 November 2020 - Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan menggelar Pertemuan Penyusunan Draft Permenkes Penyelenggaraan Operasional Kesehatan Haji di Arab Saudi di Hotel Margo Depok pada tanggal 2 – 4 November 2020. Pertemuan ini dihadiri oleh 30 orang internal Pusat Kesehatan Haji dan lintas program Kementerian Kesehatan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc dalam arahannya mengatakan pertemuan ini merupakan tidak lanjut dari Webinar yang diselenggarakan sebelumnya oleh Biro Hukum Dan Organisasi. Tujuan pertemuan adalah untuk menghasilkan Permenkes yang akan menjadi acuan kebijakan dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi. Acuan bagi TKHI, PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan dan Tenaga Pendukung Kesehatan.

“Metode penyusunan Permenkes ini menggunakan induktif dengan mengambil intisari dari masing-masing Petunjuk Teknis Operasional Haji yang telah dimiliki selama ini”, kata Eka. "Selanjutnya dituangkan dalam batang tubuh dan lampiran Permenkes”

Perlu diketahui bahwa Pusat Kesehatan Haji memiliki 11 Petunjuk Teknis Operasional Haji yaitu :
a. Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah.
b. Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia Madinah.
c. Petunjuk Teknis Tim Mobile Kesehatan Daerah Kerja Bandara.
d. Petunjuk Teknis Pelayanan PPIH Kesehatan Kloter (Tenaga Kesehatan Haji).
e. Petunjuk Teknis Tim Promotif Preventif.
f. Petunjuk Teknis Tim Gerak Cepat.
g. Petunjuk Teknis Tim Sanitasi.
h. Petunjuk Teknis Tim Surveilans.
i. Penatausahaan Barang Milik Negara.
j. Petunjuk Teknis Pelayanan Obat dan Perbekalan Kesehatan.
k. Petunjuk Teknis Siskohatkes.

Eka menambahkan dalam Permenkes ini perlu ditambahkan pasal tentang Strategi Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi yaitu:
1. Penguatan promotive dan preventif dengan tetap meningkatkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif;
2. Mobilisasi PPIH bidang Kesehatan dan TKHI sesuai situasi dan kondisi dengan memperhatikan pola pergerakan jemaah haji;
3. Penguatan penyelenggaraan Kesehatan di Arafah, Muzdalifah dan Mina;
4. Penguatan sistem komunikasi dan informasi antar daker, serta integrasi kerja antara PPIH dan tim asistensi serta pendukung lainnya;
5. Perlindungan dan evakuasi tanazul (pulang dini) Jemaah haji. (ENN)

Share Berita ini :

   