KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kapuskeshaji: Berharap Kemenag, Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Mempunyai Pemahaman Yang Sama Dalam Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi

 Senin, 02 November 2020
 Puskeshaji

Jakarta, 1 November 2020 - "Berharap Kemenag, Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi mempunyai pemahaman yang sama dalam penyelenggaraan Umrah di masa Pandemi." Hal tersebut dinyatakan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc dalam acara Webinar Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah di Masa Pandemi. Webinar ini diikuti oleh Kementerian Kesehatan yaitu Puskeshaji, Sesditjen P2P, BBLK, Ketua KOMLI, Kementerian Agama yaitu Dirbina Umrah dan Haji Khusus dan Pengelola Program Haji Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia.

“Di masa pandemi Covid-19, Pemerintah harus mengatur penyelenggaraan umrah. Sangat penting memberikan informasi, misal tentang pembatasan umur dan bagaimana sebaiknya penyelenggaraan umrah”, kata Eka di acara yang digelar Pusat Kesehatan Haji secara online melalui zoom meeting, Minggu (1 November 2020).

Eka juga berharap agar tidak ada Jemaah umrah tertahan karena hasil PCR/Swab lebih dari 72 jam. Laboratorium pemeriksa agar dipastikan tervalidasi dan hasil kurang dari 72 jam sebelum pemberangkatan.

Seperti diketahui sebanyak 244 orang jemaah berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju Arab Saudi seiring pembukaan kembali layanan penerbangan ibadah umrah, Minggu (1/11/2020). Jemaah tersebut sebelumnya telah menjalani Tes PCR/Swab. Layanan penerbangan ibadah umrah dari Indonesia sebelumnya ditutup selama hampir delapan bulan sejak Februari 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama HM Arfi Hatim , MAg mengatakan bahwa pada saat jemaah tiba di Jeddah akan diperiksa hasil tes PCR/Swabnya kemudian akan dilakukan karantina selama 3 hari. Karantina dilaksanakan secara ketat dan diawasi. Apabila kemungkinan ada jemaah yang positif, jemaah sudah tercover asuransi, jemaah merupakan tanggungjawab PPIU dan ada koordinasi dengan muassasah. Pelaksanaan umrahnya sudah terdaftar dan terjadwal di Eatmarna dan Tawakkalna, termasuk pelaksanaan ibadahnya di Haram dan Nabawi.

“Ada edaran dari GACA bahwa jemaah yang kembali ke daerah asal akan dilaksanakan tes PCR/Swab di Arab Saudi”, kata Arfi. Apabila tiba di tanah air tidak dapat menunjukkan hasil tesnya di tanah air maka harus dilakukan tes PCR/Swab di tanah air dan berlaku protokol kesehatan kedatangan dari negara luar negeri.

Ketua Komite Ahli Kesehatan Haji dr. Siswanto, MPH, DTM mengatakan bahwa Jemaah umrah yang dengan persyaratan khusus di masa pandemic ini juga harus menjalankan protokol Kesehatan pada seluruh tahapan kegiatan Jemaah umrah. Tes PCR/Swab Naso-Oropharing merupakan tes deteksi virus. Tes PCR/Swab perlu dibahas mendalam, koordinasi dengan indofarma agar ada kesepakatan biaya pemeriksaan. Kesemuanya dipertimbangkan agar tidak menyulitkan Jemaah. (ENN)

 

Share Berita ini :

   