KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Komisi IX DPR RI Bersama Pusat Kesehatan Haji Melaksanakan Sosialisasi Haji Sehat di Kabupaten Madiun

 Senin, 16 November 2020
 Puskeshaji

Madiun, 15 November 2020 - Guna mempersiapkan kesehatan jemaah haji di masa tunggu dan masa keberangkatan berdasarkan Permenkes No 62 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Haji, Komisi IX DPR RI bersama Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dan seluruh stake holder yang terlibat, melakukan Sosialisasi Haji Sehat, pada hari Minggu (15/11). Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini, SH diterima secara langsung oleh wakil Bupati Kabupaten Madiun Hari Muryanto, SH, MHK.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja komisi IX DPR RI guna mempersiapkan kesehatan jemaah haji di masa tunggu.

Acara tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 dengan ketat. Dengan didahului Rapid Diagnostic Test (RDT covid-19 bagi jemaah yang hadir.

Dalam kesempatan itu dilaksanakan pengukuran kebugaran jemaah haji, pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata yang diikuti 275 jemaah. Dilanjutkan dengan mendengarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Soelistyo Widyantono, MM. Dalam laporannya, Soelistyo mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang sudah membantu dalam pelaksanaan acara. Beliau juga menjelaskan jumlah jemaah Kabupaten Madiun tahun 2020 berjumlah 3293, dengan jemaah risti 137, Jemaah dengan Istithaah kesehatan 252, jemaah dengan pendampingan 140, serta jemaah tidak istithaah 1 orang. Penyakit terbanyak Hipertensi, Diabetes dan Jantung. Soelistyo berpesan agar jemaah haji Kabupaten Madiun untuk sering memeriksakan diri ke Puskesmas atau ke dokter yang telah dipercaya sehingga ketika keberangkatan sudah sehat dan dapat mempertahankan kesehatannya.

Komisi IX DPR RI M.Yahya Zaini, SH. Memberikan arahan dan mengingatkan kepada jemaah haji yang hadir tentang dua hal yakni
1. Informasi Covid 19; agar jemaah waspada dan menyadari keberadaannya. Karena Jumlah positif makin meningkat dan angka kematian diatas angka WHO, walaupun angka kesembuhannya tinggi, sampai saat ini belum ditemukan obat khusus dan vaksin untuk penanganannya. Karena itu jemaah harus disiplin melakukan pencegahan dengan mengikuti protokol kesehatan dengan ketat secara kultural (memakai masker, mencuci tangan yang benar dan tepat) dan secara struktural (Rapid Test, PCR Test, Treatment).
2. Memiliki kemampuan secara finansial dan fisik (istithaah). Haji adalah kegiatan fisik dan ibadah. Fisik sangat penting untuk mendapatkan haji yang sempurna. Perlu menjaga kesehatan sebelum keberangkatan, selama perjalanan, di arab saudi, dan kembali ke tanah air, dan tidak tertular penyakit. Tugas pemerintah melakukan pembinaan.

Yahya juga mengingatkan Jemaah agar selama di Arab Saudi untuk tidak segan segan bertanya dan menghubungi petugas kesehatan. Beliau juga berharap jemaah mendapat kenyamanan, khusyu beribadah dan kembali ke tanah air. Serta dapat berangkat haji ke tanah suci pada tahun 2021.

Wakil Bupati Kabupaten Madiun Hari Muryanto, SH, MHK dalam sambutannya menyampaikan agar jemaah haji mematuhi dan mentaati apa yang menjadi harapan pemerintah pusat, untuk ke depannya sebagai representasi pembinaan kesehatan haji yang berkelanjutan sesuai aturan kesehatan dan syariat agama. Selanjutnya wakil bupati berharap, kedepannya jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat, dan meningkatkan kesehatan dengan aman dan tak lupa berdoa walaupun terjadi penundaan keberangkatan dan tetap mentaati serta disiplin protokol kesehatan mengingat saat ini penduduk Kabupaten Madiun yang terdiagnosa Covid 19 berjumlah 189 orang, sembuh 164, meninggal 10, masih dirawat 10, isolasi 5 . Beliau juga berharap Kabupaten Madiun dapat memutus Covid 19.

Kepala Pusat Kesehatan Haji yang diwakili Kepala Sub Bidang Pembimbingan Kesehatan Haji. Mohamad Imran menjelaskan amanah Undang - Undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaran Haji dan Umroh mendefinisikan jemah haji adalah orang Islam yg sudah membayar uang muka, artinya pembinaan, pelayanan dan perlindungan kesehatan pada jemaah haji sudah dimulai sejak masa pendaftaran. Kebijakan pemerintah Indonesia selaras dengan keputusan pemerintah Arab Saudi, hal ini semata mata untuk memberikan perlindungan pada jemaah Haji. Hikmah dari pembatalan keberangkatan jemaah Haji pada tahun ini adalah persiapan keberangkatan menjadi lebih matang dan jemaah lebih sehat. Pengukuran kebugaran adalah untuk mengetahui kapasitas jantung dan paru, dan hasilnya bukan untuk menyatakan keberangkatan, tetapi untuk memberikan gambaran pembinaan kesehatan yang harus dilakukan sebelum kebarangkatan, karena aktifitas di Arab Saudi didominasi dengan aktifitas fisik terutama jalan kaki. Imran juga mengingatkan agar jemaah yang belum mendapatkan vaksin Meningitis Meningococus (MM) untuk segera melaksanakan vaksin, selain untuk melindungi jemaah haji dari penyakit juga sebagai sarat administrasi penerbitan visa arab saudi. (ZL)

Share Berita ini :

   