KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kategori
BERITA VIDEO
Video Apa Itu Tanazul?


Jum'at, 28 Agustus 2020

Video Tutorial Senam Haji Sehat


Kamis, 20 Agustus 2020

Lihat Berita Video Lainnya

Kadinkes Provinsi Sumatera Selatan buka Sosialisasi Hasil ijtima' Majelis Ulama Indonesia tentang Kesehatan Haji

 Kamis, 28 Maret 2019
 Puskeshaji

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Lesty Nuraini, M.Kes, membuka acara Sosialisasi hasil ijtima' ulama tentang kesehatan haji se-provinsi Sumatera Selatan di Hotel Harper Palembang Sumatera Selatan, Kamis, 28 Maret 2019.

Pada kesempatan itu Bu Kadinkes mengungkapkan perlunya kerjasama dan dukungan Ulama dalam penetapan Istitha'ah Kesehatan Jemaah Haji. 

Istitha'ah kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap warga negara yang akan menunaikan ibadah haji, karena untuk dapat melaksanakan seluruh rangkaian rukun haji kesehatan fisik dan mental merupakan salah satu modal utama. Oleh karena itu ujarnya, "menjadi kewajiban bersama antara pemerintah, jemaah haji, dan masyarakat untuk mewujudkan istithaah kesehatan jemaah haji melalui program pemeriksaan dan pembinaan kesehatan haji sejak jemaah haji mendaftar".

Dalam sosialisasi ini juga menghadirkan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Bapak Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh, MA, beliau berbicara mengenai Istithaah Kesehatan Haji dalam sudut pandang Fikih dan Implementasinya. Ni'am menjelaskan, "Istitha’ah merupakan syarat wajib haji (syarth al-wujub), bukan syarat sah haji (syarth al-shihhah). Jika seseorang belum memenuhi kriteria istitha`ah (?????????) dan ada kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji, maka hajinya sah. Sebaliknya, seseorang yang sudah istithaah tetapi belum berangkat haji, dia punya tanggungan kewajiban". Dalam konteks kekinian, Ni'am secara gamblang menyatakan bahwa,"salah satu parameter istithaah adalah perolehan porsi untuk berangkat haji, mengingat kuota yang terbatas dibanding dengan calon jamaah yang mendaftar".

Kesehatan merupakan syarat ada’ (pelaksanaan) haji, dan bukan merupakan syarat wajib. Seseorang yang sudah istitha’ah dalam aspek finansial dan Keamanan, tapi mengalami gangguan kesehatan, pada dasarnya tetap berkewajiban untuk berhaji. 

Secara garis besar salah satu Keputusan Ijtima Ulama Tahun 2018 Terkait Masalah Istithaah Kesehatan Haji adalah "Seseorang dinyatakan mampu untuk melaksanakan ibadah haji secara mandiri, bila sehat fisik dan mental untuk menempuh perjalanan ke tanah suci dan melaksanakan ibadah haji. Apabila seseorang mengalami udzur syar’i untuk melaksanakan ibadah haji karena penyakit yang dideritanya atau kondisi tertentu yang menghalanginya untuk tidak melaksanakan ibadah haji secara mandiri, padahal dia memiliki kemampuan secara finansial, maka kewajiban haji atasnya tidak gugur; sedangkan pelaksanaannya ditunda atau dibadalkan," ujarnya.

Beberapa hal yang perlu diperkuat Sambung Rahmat Kurniadi, S.Sos, M.Kes selaku nara sumber dari Pusat Kesehatan Haji dalam penyelenggaraan kesehatan haji, terutama dalam pencapaian istitha'ah kesehatan jemaah haji, yakni;Proses pemeriksaan kesehatan di awal waktu dan hasilnya segera diinput ke siskohatkes; pembinaan kesehatan haji terintegrasi dengan manasik haji untuk mencapai kemaah haji yang Istitha'ah; dan rekruitmen petugas kesehatan yang lebih baik, shar'i dan sesuai dengan komando operasional kesehatan di Arab Saudi (perlu wawancara dan konsolidasi).

Sosialisasi ini dihadiri oleh Kanwil Kemenag provinsi Sumatera Selatan, Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, MUI provinsi Sumatera Selatan, Dinkes Kab/Kota se Sumatera Selatan, Kemenag Kab/Kota se Sumatera Selatan, MUI Kab/Kota se Sumatera Selatan, dan beberapa KBIH yang ada di Sumatera Selatan.

Di akhir kegiatan sosialisasi ini, Dr. Rosidi Roslan, SKM, SH, MPH selaku Penanggung Jawab Sosialisasi Ijtima' Ulama, sangat berharap, "seluruh peserta yang hadir mengerti dan memahami dengan baik Istitha'ah kesehatan haji, terutama dalam pelaksanaan di lapangan". Tentunya, dukungan dari semua pihak terkait, khususnya dukungan para ulama di Sumatera Selatan sangat penting sekali dalam penetapan Istithaah Kesehatan Jemaah Haji di daerah masing-masing, "ujar Rosidi. (RR)

 

Share Berita ini :

   